UNNES

Visi Unnes adalah: menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

pendidikan di Indonesia

pendidikan di Indonesia dipenuhi dengan berbagai kepentingan pribadi lalu bagaimana nasib anak bangsa ini ?

bimbingan dan Konseling

BK membantu individu untuk mengatasi masalahnya agar tercipta kebahagiaan dalam diri individu.

jadilah pribadi yang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian

kedamaian jiwa seseorang terletak pada kebijaksanaannya menghadapi persoalan hidup

sumpah mahasiswa

berusaha untuk menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk negeri.

Tampilkan postingan dengan label KDK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KDK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

klarifikasi dan interpretasi

 KDK
definisi
tujuan
modalita
Contoh aplikasi
1.    clarifikasi
Clarification adalah pengulangan kalimat pernyataan klien dengan kalimat baru yang lebih segar
1.    Menegaskan maksud pernyataan konseli
2.    Mengambil intisari pernyataan konseli dengan menggunakan bahasa yang baru
3.    Mengungkapkan isi pesan utama yang disampaikan klien
pada dasarnya ● pada intinya
● pada hakikatnya ● dengan kata lain
● singakat kata ● pada pokoknya

Komposisi dan variasi
a. Kata modalita
b. Kata penegasan (inti)
c. Kata situasi

Contoh
 Klien :” Begini Bu, ibu saya menginginkan saya untuk melanjutkan ke jurusan Bahasa Inggris, ayah saya ingin saya ke jurusan Matematika. Sedangkan saya ingin ke Bimbingan dan Konseling.”
Konselor :” Pada dasarnya, antara Anda dengan orangtua Anda terjadi perbedaan dalam pemilihan jurusan?”
2.    interpretasi
Menurut Hariastuti dan Eko Darminto (2007:60), menyebutkan bahwa interpretasi merupakan suatu keterampilan yang melibatkan pemahaman dan pengkomunikasian makna pesan-pesan klien.
• Menurut Brammer dan Shostrom dalam Hariastuti dan Eko Darminto (2007:60), mendefinisikan interpretasi sebagai suatu bentuk respon yang menyatakan hipotesis tentang hubungan atau makna antara perilaku-perilakunya.
• Menurut Cormier dan Cormier dalam dalam Hariastuti dan Eko Darminto (2007:60), mendefinisikan interpretasi sebagai suatu pernyataan konselor tentang hubungan antara berbagai macam perilaku klien, peristiwa, ide-ide atau menyajikan suatu kemungkinan penjelasan tentang perilaku klien (termasuk perasaan, pikiran, dan perilaku yang dapat diamati).
1.    Mengembangkan hubungan menyehatkan melalui dorongan pengungkapan diri konseli, peningkatan kredibilitas konselor dan pengkomunikasian sikap-sikap menyehatkan kepada konseli.
2. Mengenali hubungan sebab akibat diantara pesan dan perilaku eksplisit dan implisit konseli.
3. Membantu konseli mengkaji tingkah laku, pemikiran-pemikiran, dari sudut tinjauan lain dengan penjelasan lain.
4. Memotivasi konseli menggantikan pemikiran merusak diri atau tingkah laku tidak efektif.

Pedoman umum interpretasi
·      cari pesan pokok
·      buat parafrasenya
·      tambahkan pengertian konselor  tentang arti penting pesan klien
·      hindari bahasa yang tidak lazim dan sulit dipahami klien
·      amati reaksi klien
1. pengecekan informasi
·      dari pernyataan anda ta-di apakah anda bermak-sud mengatakan ...
2.interpretasi tunggal
·         sepertinya anda ....
·         agaknya anda.....
3.int ganda
·   dlihat dari perilaku dan perkataan anda sepertinya...
1. Interpretasi pengecekan informasi
Klien :”saya itu sudah mencoba bersikap ramah terhadap mereka dengan menyapa mereka dulu, mengajak bercanda, sering berbagi makanan kepada mereka. Tetapi tetap saja mereaka itu cuek dan seolah menjauhi saya, saya harus bagaimana lagi?”
Konselor :”dari uraian anda seperti itu, jadi anda berfikir bahwa teman-teman anda menjauhi anda?”

2. Interpretasi tunggal
Konselor :”atas ungkapan anda, sepertinya anda tahu persis bagaimana sikap teman-teman anda terhadap anda. Benarkah demikian”

3. Interpretasi ganda
Konselor :”dari uraian dan gerak-gerik yang anda tampakkan, menurut anda, anda tidak nyaman dengan keadaan dan sikap dari teman-teman anda?”.

Selasa, 14 April 2015

restatment dan parafrase dalam BK


KDK
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh aplikasi
Restatmen
teknik yang digunakan konselor untuk mengulang/menyatakan kembali pernyataan klen (sebagian atau seluruhnya) yang dianggap penting.
a.       Untuk mengecek persepsi konselor itu sendiri
b.      Untuk menyakinkan bahwa konselor  mengerti apa yang digambarkan konseli
c.       Untuk merealisasaikan komentar konseli dengan mengulang apa yang telah konseli katakan dalam cara- cara yang lebih tepat.
d.      Menemukan inti dari masalah

Cara
Pengulangan harus persis sama dengan pernyataan konseli, tidak boleh menambah/menguranginya.
Intonasi konselor hendaknya variatif dengan memperhatikan pernyataan konseli.
Konseli : Bu, saya bingung. Saya sudah punya pacar Bu, tatapi orang tua saya tidak merestui hubungan saya. Malahan orang tua saya ingin menjodohkan saya dengan anak temannya.
Konselor : orang tua anda tidak merestui hubungan anda...

paraphrase
keterampilan/teknik untuk menyatakan kembali esensi atau inti ungkapkan konseli dengan teliti mendengarkan pesan utama konseli, mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana. Esensi dari keterampilan ini adalah pengulangan kata-kata atau pemikiran-pemikiran kunci dari konseli yang dirumuskan oleh konselor sendiri
(1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien;
(2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan ;
(3) memberi arah wawancara konseling; dan
 (4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien.
adakah atau nampaknya, dan mengamati respons klien terhadap konselor.
.Cara
Dengarkan pesan utama dari kata-kata konseli.
Nyatakan kembali kepada konseli ringkasan pesan utamanya secara sederhana dan singkat.
Amati pertanda atau meminta respon dari konseli tentang kecermatan konselor.
Tidak diperbolehkan memberikan analisis dan pertimbangan nilai.
Konseli : “Dia tidak mengijinkan saya melamar pekerjaan itu, saya menginginkan pekerjaan itu, tetapi dia menggagalkannya, sebenarnya dia hanya tidak membiarkan saya meninggalkan kota ini”.
Konselor : “Apakah Anda merasakan, bahwa sebenarnya dia takut berpisah dengan Anda?”


Rabu, 24 Desember 2014

Lead & silence

KDK
DEFINISI
TUJUAN
MODALITA
CONTOH APLIKASI
LEAD
Teknik/keterampilan yang digunakan konselor untuk mengarahakan pembicaraanklien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung, Supriyo (2006:29)

Ungkapan verbal konselor yang secara khusus berniat mengarahkan perhatian dan pembicaraan konsel pada alur pembicaraan yang dikehendali menurut proses dan isi bahasankonseling, Lutfi (2008:40)
Menurut lutfi hasan (2008):
a.  Tergugahnya konseli memulai diskusi isu penting
b.Terhindarnya konseli dari pembeberan detail yang kurang relevan
c. Ditemukannya gagasan pembicaraan tertentu oleh konseli
d.                  Terfokusnya pembicaraan menurut proses dan alur konseli


Menurut Supriyo (2006):
“mendorong klien untuk merespon pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan”.
a.    Rasanya perlu anda uraikan ikhwal…..
b.    Menarik ungkapan lebih jauh mengenai……
c.    Dapatkah anda menguraikan lebih detail…….
d.   Bermanfaat bagi anda menjelaskan…..
e.    Dapat anda ceritakan kelanjutan dari……
1.    Contoh lead umum
Ki :” Bu, saya kemarin baru saja ikut lomba menari tingkat nasional”
Ko’r :” coba ceritakan kepada Ibu bagaimana suasana waktu kamu mengikuti lomba tersebut?”
2.    Contoh lead khusus
Ki:” pak saya merasa kesal dengan Aza, karena dia malas diajak belajar kelompok padahal ada tugas yang harus dikerjakan dengan dia”
Ko’r: “ Siapa saja anggota kelompok belajarmu selain Aza?”
SILENCE (DIAM)
Suasana hening, tidak ada verbal antara konselor dank lien dalam proses konseling,Supriyo(2006: 31)



Menurut Supriyo (2006)
a.    Memberikan kesempatan kepada klien untu istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya.
b.    Mendorong klien atau memotivasi klien mencapai tujuan konseling.
Menurut lutfi (2008)
a.    Terciptanya peluang konseli memutuskan sendiri bagaimana memulai dan kemudian memikirkan apa yang akan dibicarakan
b.    Teredakannya sejumlah perasaan atau emosi negative konseli atas dampak peristiwa yang baru diungkapkannya
c.    Terklarifikasikannya dalam pemikiran dan perasaan konseli sejumlah informasi yang memungkinkan konseli memperoleh insight.

Ki :” bu, saya bingung dengan apa yang terjadi dengan saya sekarang ini. Saya serba salah, dulu saya pengen hidup tidak bergantung pada orang tua, tetapi sekarang saya merasa tidak bisa hidup tanpa mereka. Saya disini harus kuliah jauh dari mereka, mau pulang tidak bisa karena setiap minggu saya dikejar deadline, yaitu tugas yang menumpuk, padahal saya sangat merindukan mereka. Saya pengen pulang…..banget pak, tapi gak bisa.
K’or :”(diam keheningan 3-5 detik) jelasnya karena kesibukan anda dengan tugas maka anda tidak bisa bertemu dengan orang tua anda?
Explosion 1: Nama   : Novi Rizani Khomsah
Nim   : 1301413079
Rombel/semester : 2/3
\