Rabu, 24 Desember 2014

pembelajaran Modern Bimbingan dan Konseling

PPT pembelajaran Modern BK bisa di download dengan klik disini
Pengertian Pembelajaran Modern
Pembelajaran modern adalah situasi atau kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan karakter anak dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi (IPTEK). Ciri – cirri pembelajaran modern meliputi :
·      Siswa aktif dalam kegiatan belajar dan guru hanya mengarahkan atau sebagai fasilitator.
·      Mendidik ,konsep mengaja rharus dirubah menjadi konsep mendidik. Guru tidak hanya memberikan perintah tapi juga member contoh dan melaksanakan langsung.
·      Siswa mendapatkan pengalaman nyata
·      Siswa sebagai subjek harus aktif , kritis , dan kreatif
·      Hasil belajar diukur dengan berbagi cara tidak hanya tes
·      Belajar dapat dilakukan dimana saja
·      Karya siswa menjadi acuan bukan hasil tes yang menjadi acuan

2.2 Pengertian Teknologi dan Informasi Komunikasi
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologiinformasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Sedangkan Karsenti dalam Siahaan (2010:7) menyatakan TIK sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan / penyempurnaan kegiatan


 pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar siswa. Ini berarti teknologi dapat dan benar-benar membantu siswa mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi.

2.3 Pengertian Bimbingan dan Konseling
 Pengertian pelayanan konseling itu sendiri berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Konseling secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti dengan atau bersama  yang di rangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dengana bahasa anglo saxon istilah konseling “sellan” yang berarti menyerahkan atau menyampaikan . berikut ini adalah contoh beberapa pendapat dari para ahli :
1.      (Menurut Jones, dalam Prayitno 2007) Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana iya diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu.
2. (Menurut Pepinsky dalam Shertzer dan Stone, dalam Prayitno 200) konseling adalah interaksi yang  terjadi antara 2 orang individu disebut konselor dan klien, terjadi dalam suasana yang pkofesional, dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan.
Dari beberapa pengertia di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan oleh orang yang profesional (konselor) kepada klien yang dilakukan secara berkelanjtan dan dinamis dengan tujian agar klien bisa mengembangkan dirinya secara optimal.




2.4 Hubungan Teknologi Informasi Komunikasi dengan Bimbingan dan Konseling

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan tantangan baru bagi praktisi Bimbingan dan Konseling. Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para Konselor agar dapat menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanannya yaitu:
1.      Easy to use (mudah digunakan)
2.      Easy to manage (mudah di atur)
3.      Simple (tidak rumit)
4.      Dynamic (dinamis)
 Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
1.    Konseling melalui telepon
Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanannya yaitu:
1.  Easy to use (mudah digunakan)
2.  Easy to manage (mudah di atur)
3.  Simple (tidak rumit)
4.  Dynamic (dinamis)
2. Konseling melalui video-phone
          Lebih dengan sebutan video-phone counseling (VPC), merupakan bentuk lain dari konseling telepon namun dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang memungkinkan konselor dan klien saling mengenal dan “bertatap muka” melalui layar monitor (display). Konseling melalui video-


phone lebih memungkinkan terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan konseli, dan dapat lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.
3.  Konseling berbantuan komputer yaitu email(email therapy)
Email counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor.  Karena esensi e-counseling terletak pada menulis, respon atau bantuan yang diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan.  Konseli pun tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
Email merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini  tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka (face to face), tetapi dapat  menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan konselor.
Kelebihan Email:
-       Pengiriman email tidak memerlukan amplop dan perangko serta pembuatannya tidak memerlukan pulpen, kertas, maupun tinta printer seperti halnya surat konvensional.
-       Proses berkirim email pun dapat dilakukan dengan cepat ke seluruh dunia sehingga dapat menghemat uang dan waktu dalam berkirim surat.
-       Pengiriman email dapat dilakukan dengan mudah setiap saat dan di mana pun kita berada. 
Kelemahan Email:
-       Memungkinkan terjadinya pemalsuan identitas. Hal ini karena kemudahan proses pembuatan alamat email dapat membuat orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan keadaan ini dengan membuat email beridentitas palsu untuk keperluan yang bersifat negatif.
-       Memungkinkan proses penyadapan informinnya.


4.  Konseling melalui internet (E- counseling)
Istilah konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru BK atau Konselor dengan konseli.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online yaitu sebagai berikut:
-       Konselor harus mempunyai wawasan yang luas
-       Konselor harus menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang ini. Maksudnya seorang konselor itu mampu menguasai teknologi yaitu konselor mengerti dan mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal dalam proses konseling tersebut.

5. Video converence
Video adalah suatu perangkat yang berfungsi sebagai penerima gambar dan suara, sedangkan converence adalah diskusi antar pengguna teknologi informasi, baik melalui teks maupun perangkat multimedia. Jadi videoconverence adalah penggunaan komputer jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan interaksi berupa gambar dan suara. Dengan kata lain konferensi atau pertemuan melalui video. Pertemuan ini dibantu oleh berbagai macam media jaringan seperti telepon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer data video. Kemudian televisi dihubungkan dengan saluran tadi yang membawa data informasi video dan suara. Videoconverence memakai telekomunikasi untuk menyatukan beberapa orang di beberapa lokasi yang secara fisik terpisah untuk suatu pertemuan.

6. Cyber Counseling
Cyber counseling atau konseling maya merupakan penerapan teknologi ”jalan raya informasi” dengan memanfaatkan jasa teknologi itu seoptimal mungkin dengan tetap menjaga karakteristik konseling. Dengan demikian proses layanan bimbingan dan konseling dapat berlangsung lebih efektif dan efisian sejalan


 dengan tuntutan teknologi informasi dan komunikasi. Jalan raya informasi telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berupa sesuatu yang asing dan mahal akan tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini jasa internet dengan segala fitur-fiturnya telah sedemikian memasyarakat dan dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan. Hal yang harus diwaspadai adalah terkait dengan keamanan data, dampak-dampak negatif, penyediaan perlengkapan, dan sebagainya.
Dalam implementasi cyber counseling dapat dilaksanakan melalui kegiatan antara lain:
-       Marketing layanan konseling, yaitu sosialisasi layanan konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling maya ini dapat diketahui secara meluas oleh publik. Caranya dapat melalui iklan, melalui internet, brosur, atau cara-cara lainnya.
-       Penyampaian layanan konselingyaitu kegiatan layanan proses dan penilaian konseling dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan konseling seperti karir, pendidikan, pribadi, sosial, keluarga, dan sebagainya. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data, penyelesaian berbagai masalah.
-       Penyediaan  materi ”self-help”, yaitu berupa seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa sehingga klien dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh petunjuk dalam materi ”self-help”. Dalam kegiatan ini klien tinggal mengikuti petunjuk yang telah dikembangkan dan tersedia dalam internet.
-       Supervisi dan riset, yaitu kegiatan untuk memberikan supervisi kepada konselor yang menggunakan internet untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh serta pengembangan selanjutnya. Demikian pula cyber konseling dapat dilaksanakan dengan maksud mengadakan riset yang terkait dengan efektivitas kegiatan konseling dan pengembangan selanjutnya.


Seperti halnya yang telah kita ketahui bahwa model pendekatan baru cybercounceling mulai sering diminati oleh para praktisi Bimbingan dan Konseling baik disekolah atau di luar sekolah. Berdasarkan hal diatas maka TIK bagi dunia bimbingan dan konseling adalah tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program-progam pendidikan dan layanan yang ada. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Susanto (2008) bahwa “Dalam bimbingan dan konseling, teknologi informasi dan komunikasi merupakan media dalam pelaksanaan program layanan, bukan tujuan layanan, maka pemanfaatannya hanya sebagai media untuk melakukan pendekatan-pendekatan, pemberian informasi, promosi, konsultasi dan masih banyak lagi”. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi perubahan mendasar terhadap peran guru dari informasi ke tranformasi. Penerapan TIK menjadi fasilitator yang utama sebagai pemerata dunia pendidikan, dan tentunya memperkaya wawasan siswa secara lebih kompleks. 
Dalam dunia bimbingan dan konseling penggunaan media dalam pemberian layanan dirasa lebih efektif dan menarik bagi siswa sehingga ketercapaian layanan dirasakan lebih optimal karena dengan berbasis TIK berbagai tampilan layanan dapat diperoleh dan dibermanfaatkan dengan lebih baik seperti media  flashebook, artikel internet, dan masih banyak lagi. Dengan begitu baik guru pembimbing maupun siswa nantinya dapat memperoleh dan memanfaatkan segala media yang ada dalam mencapai tujuan layanan yang diinginkan.

2.5 Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bimbingan dan Konseling
Berbicara tentang penggunaan TIK sebagai media layanan dalam bimbingan dan konseling tidak jauh berbeda dengan TIK sebagai media pembelajaran pada umumnya yaitu tentang bagaimana seorang pendidik dalam memanfaatkan media TIK sebagai fasilitas dalam pengoptimalan tujuan dan program layanan yang ada. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Wahidin (2009:5) tentang


 fungsi TIK dalam pembelajaran yaitu: “agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya
Fungsi khusus Teknologi Informasi dalam bimbingan konseling diantaranya:
1.        Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data
2.        Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya
3.        Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling
4.        Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik
5.        Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
Sedangkan fungsi umum Teknologi Informasi dalam bimbingan konseling diantaranya yaitu:
1.    Publikasi: Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya
2.    Pelayanan dan bantuan: Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, misalnya penggunaan media power point dan


 video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3.    Pendidikan: Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.

2.6      Kelebihan TIK dalam Bimbingan dan Konseling
Beberapa kelebihan TIK dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling yaitu:
1.    Pembelajaran dari mana dan kapan saja
2.    Bertambahnya interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
3.    Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
4.    Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi
5.    Pelayanan melalui teknologi informasi mudah di akses
6.    Tidak membutuhkan biaya transportasi
7.    Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
8.    Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
9.    Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
2.7      Kelemahan TIK dalam Bimbingan dan Konseling
Selain kelebihan yang ada pasti ada kelemahan yang muncul berkaitan pemanfaatan TIK dalam layanan bimbingan dan konseling. Kelemahan itu meliputi:
1.    Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
2.    Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah
3.    Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien


4.    Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah kurang jelas
5.    Media yang digunakan kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan klien
6.    seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang, atau empati
7.    Teknologi canggih hanya akan bermanfaat jika klien mengerti penggunaannya
8.    Akan menimbulkan dampak negatif jika klien tidak mengerti dampak apa saja yang akan timbul.


0 komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan pesan. saya harap kita bisa berteman. semoga blog ini bermanfaat, amin : )