PPT pembelajaran Modern BK bisa di download dengan klik disini
Pengertian Pembelajaran
Modern
Pembelajaran modern adalah situasi atau kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan karakter anak dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi (IPTEK). Ciri – cirri pembelajaran modern meliputi :
· Siswa aktif dalam kegiatan belajar dan guru hanya mengarahkan atau sebagai fasilitator.
· Mendidik ,konsep mengaja rharus dirubah menjadi konsep mendidik.
Guru tidak hanya memberikan perintah tapi juga member contoh dan melaksanakan langsung.
· Siswa mendapatkan pengalaman nyata
· Siswa sebagai subjek harus aktif ,
kritis , dan kreatif
· Hasil belajar diukur dengan berbagi cara tidak hanya tes
· Belajar dapat dilakukan dimana saja
· Karya siswa menjadi acuan bukan hasil tes yang menjadi acuan
2.2 Pengertian Teknologi dan Informasi Komunikasi
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi
komunikasi. Teknologiinformasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan
teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang
berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data
dari perangkat yang satu ke lainnya.
Sedangkan Karsenti dalam Siahaan (2010:7) menyatakan TIK
sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan /
penyempurnaan kegiatan
pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih
otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada
peningkatan hasil kegiatan belajar siswa. Ini berarti teknologi dapat dan
benar-benar membantu siswa mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari
tingkat yang sangat mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis
yang lebih tinggi.
2.3 Pengertian Bimbingan dan Konseling
Pengertian
pelayanan konseling itu sendiri berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Konseling secara
etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang
berarti dengan atau bersama yang di
rangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dengana bahasa anglo saxon
istilah konseling “sellan” yang berarti menyerahkan atau menyampaikan . berikut
ini adalah contoh beberapa pendapat dari para ahli :
1. (Menurut Jones,
dalam Prayitno 2007) Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan
dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi
sendiri oleh yang bersangkutan, dimana iya diberi bantuan pribadi dan langsung
dalam pemecahan masalah itu.
2. (Menurut Pepinsky dalam
Shertzer dan Stone, dalam Prayitno 200) konseling adalah
interaksi yang terjadi antara 2 orang
individu disebut konselor dan klien,
terjadi dalam suasana yang pkofesional, dilakukan
dan dijaga sebagai alat memudahkan.
Dari beberapa pengertia di atas dapat disimpulkan bahwa
bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan oleh orang yang
profesional (konselor) kepada klien yang dilakukan secara berkelanjtan dan
dinamis dengan tujian agar klien bisa mengembangkan dirinya secara optimal.
2.4 Hubungan Teknologi Informasi Komunikasi dengan Bimbingan dan Konseling
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
menghadirkan tantangan baru bagi praktisi Bimbingan dan Konseling. Dalam
Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para Konselor
agar dapat menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan bimbingan dan
konseling menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan
pelayanannya yaitu:
1. Easy to use (mudah digunakan)
2. Easy to manage (mudah di atur)
3. Simple (tidak rumit)
4. Dynamic (dinamis)
Layanan
bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
1.
Konseling melalui
telepon
Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanannya yaitu:
1. Easy to use (mudah
digunakan)
2. Easy to manage (mudah di atur)
3. Simple (tidak rumit)
4. Dynamic (dinamis)
2. Konseling melalui
video-phone
Lebih dengan sebutan video-phone
counseling (VPC), merupakan bentuk lain dari konseling telepon namun
dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang memungkinkan
konselor dan klien saling mengenal dan “bertatap muka” melalui layar monitor
(display). Konseling melalui video-
phone lebih memungkinkan
terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan konseli, dan dapat
lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.
3. Konseling berbantuan komputer yaitu email(email
therapy)
Email counseling
merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain
ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor. Karena esensi
e-counseling terletak pada menulis, respon atau bantuan yang diberikan konselor
bergantung pada informasi yang diberikan. Konseli pun tidak perlu
mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih
informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
Email merupakan cara
paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi secara
cepat dan efektif melalui internet. Hal ini tidak bermaksud untuk
menggantikan konseling tatap muka (face to face), tetapi
dapat menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan
masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan
konselor.
Kelebihan Email:
-
Pengiriman email
tidak memerlukan amplop dan perangko serta pembuatannya tidak memerlukan
pulpen, kertas, maupun tinta printer seperti halnya surat konvensional.
-
Proses berkirim email
pun dapat dilakukan dengan cepat ke seluruh dunia sehingga dapat menghemat uang
dan waktu dalam berkirim surat.
-
Pengiriman email
dapat dilakukan dengan mudah setiap saat dan di mana pun kita berada.
Kelemahan Email:
-
Memungkinkan
terjadinya pemalsuan identitas. Hal ini karena kemudahan proses pembuatan
alamat email dapat membuat orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan
keadaan ini dengan membuat email beridentitas palsu untuk keperluan yang
bersifat negatif.
-
Memungkinkan proses
penyadapan informinnya.
4. Konseling melalui internet (E- counseling)
Istilah konseling
online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan
dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru BK atau Konselor
dengan konseli.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online yaitu
sebagai berikut:
-
Konselor harus
mempunyai wawasan yang luas
-
Konselor harus
menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang ini. Maksudnya seorang
konselor itu mampu menguasai teknologi yaitu konselor mengerti dan
mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk menghindari kesalahan-kesalahan
yang fatal dalam proses konseling tersebut.
5. Video
converence
Video adalah suatu
perangkat yang berfungsi sebagai penerima gambar dan suara, sedangkan
converence adalah diskusi antar pengguna teknologi informasi, baik melalui teks
maupun perangkat multimedia. Jadi videoconverence adalah penggunaan komputer
jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan interaksi berupa gambar
dan suara. Dengan kata lain konferensi atau pertemuan melalui video. Pertemuan
ini dibantu oleh berbagai macam media jaringan seperti telepon ataupun media
lainnya yang digunakan untuk transfer data video. Kemudian televisi dihubungkan
dengan saluran tadi yang membawa data informasi video dan suara.
Videoconverence memakai telekomunikasi untuk menyatukan beberapa orang di
beberapa lokasi yang secara fisik terpisah untuk suatu pertemuan.
6. Cyber Counseling
Cyber counseling atau
konseling maya merupakan penerapan teknologi ”jalan raya informasi” dengan
memanfaatkan jasa teknologi itu seoptimal mungkin dengan tetap menjaga
karakteristik konseling. Dengan demikian proses layanan bimbingan dan konseling
dapat berlangsung lebih efektif dan efisian sejalan
dengan tuntutan teknologi informasi dan
komunikasi. Jalan raya informasi telah berkembang sedemikian rupa sehingga
tidak lagi berupa sesuatu yang asing dan mahal akan tetapi merupakan bagian
dari kehidupan sehari-hari. Kini jasa internet dengan segala fitur-fiturnya
telah sedemikian memasyarakat dan dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan.
Hal yang harus diwaspadai adalah terkait dengan keamanan data, dampak-dampak
negatif, penyediaan perlengkapan, dan sebagainya.
Dalam implementasi cyber counseling dapat dilaksanakan
melalui kegiatan antara lain:
-
Marketing layanan konseling, yaitu sosialisasi
layanan konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling
maya ini dapat diketahui secara meluas oleh publik. Caranya dapat melalui
iklan, melalui internet, brosur, atau cara-cara lainnya.
-
Penyampaian layanan konseling, yaitu kegiatan layanan proses dan penilaian konseling
dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan konseling seperti
karir, pendidikan, pribadi, sosial, keluarga, dan
sebagainya. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data,
penyelesaian berbagai masalah.
-
Penyediaan materi ”self-help”, yaitu
berupa seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa
sehingga klien dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh petunjuk
dalam materi ”self-help”. Dalam kegiatan ini klien tinggal
mengikuti petunjuk yang telah dikembangkan dan tersedia dalam internet.
-
Supervisi dan riset, yaitu kegiatan untuk
memberikan supervisi kepada konselor yang menggunakan internet untuk
mengevaluasi langkah yang telah ditempuh serta pengembangan selanjutnya.
Demikian pula cyber konseling dapat dilaksanakan dengan maksud mengadakan riset
yang terkait dengan efektivitas kegiatan konseling dan pengembangan selanjutnya.
Seperti halnya yang
telah kita ketahui bahwa model pendekatan baru cybercounceling mulai
sering diminati oleh para praktisi Bimbingan dan Konseling baik disekolah atau
di luar sekolah. Berdasarkan hal diatas maka TIK bagi dunia bimbingan dan
konseling adalah tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk
menyiarkan program-progam pendidikan dan layanan yang ada. Hal tersebut senada
dengan apa yang disampaikan oleh Susanto (2008) bahwa “Dalam bimbingan dan konseling,
teknologi informasi dan komunikasi merupakan media dalam pelaksanaan program
layanan, bukan tujuan layanan, maka pemanfaatannya hanya sebagai media untuk
melakukan pendekatan-pendekatan, pemberian informasi, promosi, konsultasi dan
masih banyak lagi”. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi perubahan
mendasar terhadap peran guru dari informasi ke tranformasi. Penerapan TIK
menjadi fasilitator yang utama sebagai pemerata dunia pendidikan, dan tentunya
memperkaya wawasan siswa secara lebih kompleks.
Dalam dunia bimbingan
dan konseling penggunaan media dalam pemberian layanan dirasa lebih efektif dan
menarik bagi siswa sehingga ketercapaian layanan dirasakan lebih optimal karena
dengan berbasis TIK berbagai tampilan layanan dapat diperoleh dan
dibermanfaatkan dengan lebih baik seperti media flash, ebook,
artikel internet, dan masih banyak lagi. Dengan begitu baik guru pembimbing
maupun siswa nantinya dapat memperoleh dan memanfaatkan segala media yang ada
dalam mencapai tujuan layanan yang diinginkan.
2.5 Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam Bimbingan dan Konseling
Berbicara tentang penggunaan TIK sebagai media layanan
dalam bimbingan dan konseling tidak jauh berbeda dengan TIK sebagai media
pembelajaran pada umumnya yaitu tentang bagaimana seorang pendidik dalam
memanfaatkan media TIK sebagai fasilitas dalam pengoptimalan tujuan dan
program layanan yang ada. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh
Wahidin (2009:5) tentang
fungsi TIK dalam pembelajaran yaitu: “agar siswa dapat dan terbiasa
menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan
optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar,
bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan
sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah
beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya”
Fungsi khusus Teknologi Informasi dalam bimbingan
konseling diantaranya:
1.
Mempermudah konselor
dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data
2.
Menjaga kerahasiaan
suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak
sembarang orang dapat mengaksesnya
3.
Membantu individu
maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah
dalam pelaksanaan konseling
4.
Memberikan kesempatan
kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi
yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik
5.
Menjadikan teknologi
informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut
lebih teratur dan terstruktur.
Sedangkan fungsi umum
Teknologi Informasi dalam bimbingan konseling diantaranya yaitu:
1.
Publikasi: Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana
pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai
BK serta
implementasi layanannya
2. Pelayanan dan bantuan: Bimbingan konseling dilakukan
secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi
dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih
kreatif dan inovatif, misalnya penggunaan media power
point dan
video dalam melakukan bimbingan kelompok
sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3.
Pendidikan: Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini
mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan
beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.
2.6 Kelebihan TIK
dalam Bimbingan dan Konseling
Beberapa kelebihan TIK dalam pelayanan Bimbingan dan
Konseling yaitu:
1.
Pembelajaran dari
mana dan kapan saja
2.
Bertambahnya
interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
3.
Menjangkau peserta
didik dalam cakupan yang luas
4.
Mempermudah
penyempurnaan dan penyimpanan materi
5.
Pelayanan melalui
teknologi informasi mudah di akses
6.
Tidak membutuhkan
biaya transportasi
7.
Mengurangi kesulitan
jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
8.
Pelayanan melalui
teknologi informasi bersifat semi anonim
9.
Klien lebih mau
terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face
to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
2.7 Kelemahan TIK
dalam Bimbingan dan Konseling
Selain kelebihan yang
ada pasti ada kelemahan yang muncul berkaitan pemanfaatan TIK dalam layanan
bimbingan dan konseling. Kelemahan itu meliputi:
1.
Konselor tidak dapat
memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
2.
Informasi yang
diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah
3.
Kegiatan konseling
melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun
psikis diantara konselor dan klien
4.
Belum terdapat
data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan
masalah kurang jelas
5.
Media yang digunakan
kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan klien
6.
seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif
seseorang, atau empati
7.
Teknologi canggih
hanya akan bermanfaat jika klien mengerti penggunaannya
8.
Akan menimbulkan
dampak negatif jika klien tidak mengerti dampak apa saja yang akan timbul.
0 komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggalkan pesan. saya harap kita bisa berteman. semoga blog ini bermanfaat, amin : )