UNNES

Visi Unnes adalah: menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

pendidikan di Indonesia

pendidikan di Indonesia dipenuhi dengan berbagai kepentingan pribadi lalu bagaimana nasib anak bangsa ini ?

bimbingan dan Konseling

BK membantu individu untuk mengatasi masalahnya agar tercipta kebahagiaan dalam diri individu.

jadilah pribadi yang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian

kedamaian jiwa seseorang terletak pada kebijaksanaannya menghadapi persoalan hidup

sumpah mahasiswa

berusaha untuk menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk negeri.

Jumat, 09 Juni 2017

Puisi :Sendiri

aku pernah membenci diriku
sesekali aku memarahi diriku sendiri
sesekali aku menangisinya 
sesekali aku sangat menyayangi diriku dan merasa begitu sempurna

pada suatu waktu ku berkata
Pada hidupku
 Terima kasih atas semuanya
Terkadang pula ku bertanya untuk apa aku dilahirkan.

Pada intinya aku merasa terabaikan
Dan merasa sendirian

Rabu, 07 Juni 2017

conto laporan diagnsis kesulitan belajar di seolah dasar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar belakang
Bimbingan dan konseling adalah sebuah layanan  yang diberikan untuk membantu siswa mengastasi masalahnya dan mencapai tugas-tugas perkembangannya secara maksimal secara sehat. Bimbingan dan konseling pada umumnya hanya ada di jenjang SMP/MTS sampai perguruan tinggi. Namun saat ini pemerintah  telah merencanakan untuk memasukan layanan BK ke SD. Hal tersebut didukung  oleh adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2014. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, pasal 10 ayat 1 menyatakan bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling pada SD/MI atau sederajat adalah Konselor dan Guru Bimbingan dan Konseling. Dari Permendiknas ini, dapat diketahui bahwa mulai tahun 2014 Dinas Pendididkan dan Kebudayaan (Depdikbud) menghimbau pada seluruh Sekolah Dasar (SD)/sederajat untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling oleh konselor/guru bimbingan dan konseling bukan lagi oleh guru kelas.
Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan dasar yang merupakan pendidikan yang mendasari jenjang pendidikan menengah. Siswa sekolah dasar merupakan anak berumur 6-12 tahun dimana sedang mengalami tahap perkembangan anak-anak hingga remaja awal. Dalam menghadapi tahap-tahap perkembangan tersebut, seringkali siswa SD mengalami kesulitan dalam pencapaian tugas perkembangannya. Oleh karena itu bantuan mereka membutuhkan bantuan dari orang sekitar, terutama orang tua dan guru mereka khususnya konselor/guru BK.
Pelayanan BK terdiri dari empat bidang yaitu bidang karir, sosial, pribadi, dan belajar. Dalam hal ini penulis lebih menekankan pada bidang belajar. Mengingat  pendidikan di SD adalah dasar bagi terbentuknya ketrampilan belajar anak seperti menulis, membaca, berhitung. Layanan bimbingan belajar bertujuan untuk memabntu peserta didik memaksimalkan tugas perkembangannya khususnya pada ranah kognitif. Sehingga dalam hal ini penulis merasa perlu untuk melaksanakan praktik layanan bimbingan belajar di SD untuk membantu siswa mencapai perkembangan yang maksimal.
1.2     Rumusan masalah
Dari latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, dapat diketahui berbagai masalah yang menjadi perhatian penulis dalam melaksanakan praktik bimbingan dan konseling belajar di SD, yaitu :
1.      Bagaimana cara mengidentifikasi kesulitan belajar siswa ?
2.      Apa faktor penyebab kesulitan belajar siswa?
3.      Apa strategi yang diterapkan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa?
4.      Bagaimana menerapkan strategi bantuan untuk kesulitan belajar siswa?
1.3     Tujuan
Dari rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka tujuan dari adanya kegiatan ini adalah
1.      Mengetahui cara mengidentifikasi kesulitan belajar siswa
2.      Mengetahui kesulitan belajar siswa
3.      Mengetahui strategi bantuan yang data diberikan kepada siswa
1.4     Manfaat bagi guru mapel dan guru BK
Penulis berharap adanya laporan dari kegiatan praktek BKB di SD dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
1.      Bahan referensi bagi para guru mapel dan guru BK dalam membimbing siswa
2.      Pedoman guru BK dalam memberikan layanan BKB di sekolah khususnya di SD
3.      Menambah wawasan keilmuan BK di SD
1.5     Waktu dan tempat
Tempat pemberian layanan BKB adalah SDN Mangun Sari. Layanan diberikan kepada anak kelas VI SD.
Tanggal pelaksanaan adalah
tanggal
kegiatan
24 Oktober 2015
meminta ijin dan need assessment kepada kepala sekolah
31Oktober 2015
melakukan praktik layanan klasikal
7 November 2015
membuat surat keterangan observsi dan pamit kepada kepala sekolah
1.6           Persiapan konselor
Dalam melaksanakan praktek layanan bimbingian dan konseling belajar di SD saya menyiapkan beberapa hal yaitu : surat ijin dari fakultas, assesmen kebutuhan siswa, RPL, materi layanan, dan beberapa ice breaking.




BAB II
KERANGKA KONSEPTUAL
2.1  Perkembangan akhir masa kanak-kanak
Hurlock (1980:1460 masa kanak-kanak akhir berlangsung dari usia enam tahun sampai inidividu menjadi matang secara seksual.  Masa kanak-kanak akhir ditAndai oleh kondisiyang mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Permualaan masa akhir kanak kanak ditAndai dengan masuknya anak ke kelas satu. Hal ini membawa dampak besar bagi perkembangan pribadi anak. Anak belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru di kelas satu sehingga menyebabkan perubahan sikap, nilai, dan perilaku.
Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak  terjadi perubahan fisik  yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatakan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku. Menjelang berakhirnya periode ini anak mempersiapkan diri baik fisik maupun psikologis untuk memasuki usia remaja. Perubahan fisik menimbulkan ketidakseimbangan diamana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu  sampai tercapai penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Orang tidak dapat mengetahui secara pasti kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual yaitu kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan remaja karena timbulnya tidak selalu sama. Hal tersebut disebabkan perbedaan kematangan seksual laki-laki dan perempuan. Bagi anak perempuan Amerika masa akhir berlangsung antara enam sampai tiga belas tahun. Laki-laki berlangsung antara enam sampai enam belas tahun.
2.1.1        Label yang digunakan para pendidik
Para pendidik melabelkan masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Pada usia tersebut anak-anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa. Dan mempelajari berbagai ketrampilan penting tertentu baik ketrampilan kurikuler maupun ekstra kulikuler.
Para pendidik memAndang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi. Masa  dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses , atau sangat sukses bahkan tidak sukses. Tingkat perilaku berprestasi pada masa kanak-kanak mempunyai korelasi yang tinggi  dengan perilaku berprestasi pada masa dewasa.
2.1.2    Tugas perkembangan
Penguasaan tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua seperti pada tahun-tahun prasekolah. Penguasaan ini menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-teman. Misalnya membaca, menulis, berhitung, dan pengembangan sikap terhadap kelompok sosial. Meskipun orang tua membantu meletakan dasar penyesuaian diri anak dengan teman sebaya, tetapi menjadi anggota kelompok member kesempatan yang besar untuk meperoleh ketrampilan belajar ini.
Ketrampilan akhir masa kanak-kanak  dapat dibagi menjadi empat kategori yaitu ketrampilan menolong diri sendiri, ketrampilan menolong orang lain, ketrampilan sekolah, dan ketrampilan bermain. Tidak semua kategori sama pentingnya sepanjang tahun akhir masa kanak-kanak. Misalnya ketrampilan bermain lebih penting bagi anak pada awal periode ini. tetapi pada saat menjelang puber aktivitas bermain berkurang dan digantikan oleh minat dan hiburan.semua ketrampilan pada akhir masa kanak-kanak mempengaruhi sosialisasi anak baik secara langsung maupun tidak langsung.
2.1.3    Peningkatan dalam pengertian
Dengan sekolah, dunia dan minat anak-anak bertambah luas. Meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan benda-benda yang sebelumnya kurang berarti. Anak menghubungkan arti baru dengan konsep lama berdasarkan apa yang dipelajari setelah masuk sekolah. Anak mendapatkan arti baru dari media massa terutama buku, fim dan televisi. Dalam menambah konsep sosial misalnya, anak mengaitkan stereotip budaya dengan orang dari ras, agama, seks, atau kelompok sosial ekonomi.
2.1.4    Peranan disiplin
Hurlock (1980:163) disiplin berperang penting dalam perkembangan kode moral. Meskipun anak memerlukan displin, disiplin merupakan masalah yang serius bagi anak yang lebih besar. Penggunaan secara kontinu teknik-teknik disiplin yang efektif ketika masih kecil menyebabkan kebencian pada anak yang lebih besar. Disipin harus disesuaikan dengan perkembangan anak.
2.1.5    Minat pada masa akhir kanak-kanak
Minat sangat mempengaruhi perilaku sehingga perkembangan minat yang bermanfaat penting bagi anak tetapi guru dan orang tua meremehkan minat pada anak-anak. Mereka merasa bahwa minat anak-anak hanyalah suatu tingkah yang akan hilang atau berlalu begitu saja. Akibatnya anak cenderung mengakhiri minat mereka dengan bertambahnya usia.
Bagaimana minat yang terbentuk dapat mempengaruhi anak-anak dijelask sebagai berikut. Pertama, minat mempengaruhi intensitas dan bentuk cita-cita. Kedua, minat sebagai pendorong yang kuat. Ketiga, prestasi ditentukan oleh jenis dan intensitas minat mereka. Keempat , minat yang terbentuk dari kanak-kanak biasanya menjadi minat seumur hidup.
2.2    Materi layanan di kelas 6 SD
Materi layanan yang saya berikan kepada anak kelas 6 SD Mangun Sari menegenai manajemen waktu belajar dan kiat menghadapi ujian nasional mengingat anak tersebut akan berhadapan dengan ujian kelulusan.
2.2.1 Mengatur  waktu belajar
Mastur dan Triyono (2014:50) Kegiatan belajar merupakan kegiatan utama bagi seorang siswa. Untk memperoleh prestasi yang tinggi seseorang harus selalu harus didukung dengan kegiatan belajar yang rutin dan frekuensi yang tetap. Hukum Jost mengemukakan bahwa belajar empat hari masing-masing satu jam lebih efektif daripada belajar empat jam sehari. Hal tersebut menunjukan bahwa bukan masalah banyaknya waktu dalam belajar melainkan keajegan dalam belajar yang dibutuhkan dalam memperoleh hasil belajar yang maksimal. Sehingga siswa perlu menyiasati waktu belajar sebaik mungkin.
Belajar memerlukan suasana yang mendukung, antara lain badan yang segar, lingkungan yang nyaman dan suasana hati yang tenang. Waktu belajar yang efisien adalah sekitar 1-2 jam. Apabila ingin menambah waktu belajar maka harus ada rentang waktu istirahat untuk mengendorkan saraf otak yang terlalu tegang sehingga saat meneruskan belajar tubuh terasa segar kembali.
Berikut ini kiat-kiat mengatur waktu yang ditulis Leh Heanne (dalam Triyono dan Mastur.2014:51)
1.         Tetapkan prioritas !
 kalau banyak yang harus dikerjakan, buatlah daftar yang harus dikerjakan. Lalu urutkan setiap tugas dalam urutan 1,2,3 dan seterusnya sesuai tingkat urgensinya.
2.         Jangan membebani diri dengan jadwal yang berlebihan !
lakukan perubahan secara bertahap.
3.         Luangkan waktu untuk membiasakan diri menjadi teratur!
4.         Luangkan waktu untuk refreshing !
 waktu untuk penyegaran membantu untuk tetap sehat secara mental.
5.         Jangan menunda-nunda !
Phil Race (2006) menguraikan beberapa trik mengelola waktu belajar yang meliputi
1.         Tetapkan bahwa Andalah yang bertanggung jawab atas waktu yang Anda miliki. Memastikan bahwa Anda memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
2.         Ingatkan diri Anda tentang manfaat dari pengaturan waktu yang baik.
3.         Pengelolaan waktu akan menghaslkan tambahan waktu,
 jumlah jam yang dapat Anda hemat seiring meningkatnya kemampuan mengelola waktu menjadi tambahan waktu untuk melakukan hal yang Anda inginkan.
4.         Berpikirlah dalam konteks hasil belajar yang besar
gunakan waktu untuk melakukan hal yang memberkan hasil pembelajaran yang tinggi seperti membuat ikhtisar tentang sesuatu dan mendiskusikanya dengan orang lain.
5.        Batasi waktu yang Anda habiskan untuk melakukan hal yang memberikan hasil pembelajaran yang rendah
6.        Jangan memghabiskan waktu untuk membayangkan Anda melakukan sesuatu.
7.        Kelola setiap menit yang Anda miliki agar setiap jam terkendali dengan sendirinya.
8.        Manfaatkan sedikit waktu untuk mengecek agenda belajar Anda contoh catatan sekolah minggu lalu.
9.        Gunakan 10% pertama waktu yang tersedia untuk mengerjakan tugas
Kebiasaan kita adalah mengerjakan tugas pada 10% terakhir waktu yang tersedia.
10.    Tetapkan tenggat untuk Anda sendiri
Bagilah tugas besar Anda menjadi beberapa bagian dan tetapkan tenggat  secara berkala.
11.    Beritahu target dan tenggat Anda kepada orang lain
12.    Jadilah orang yang lebih awal
13.    Selalu mendahului jadwal
14.    Rencanakan waktu istirahat.
Menyusun jadwal belajar sehari-hari.   Waktu untuk belajar di rumah sangatlah terbatas, namun banyak pelajaran yang harus dipelajari dan banyak kegiatan belajar yang harus diselesaikan. Agar dapat membagi dan menggunakan belajar dengan baik, dapat membuat jadwal belajar. Ada enam langkah untuk menyusun jadwal belajar di rumah meliputi :
1.      Catatlah semua pelajaran yang sudah pasti. Kegiatan ini meliputi kegiatan rutin di luar belajar, seperti makan, mandi, kegiatan belajar di sekolah, kegiatan keagamaan, kegiatan mengembangkan bakat, kegiatan les tambahan, dan istirahat.
2.      Menentukan untuk tidur. Menyediakan waktu tidur antara enam sampai delapan jam untuk tidur. Jika tidak mempunyai kegiatan di siang hari, dapat meluangkan waktu selama satu jam agar pada malam hari tidak merasa mengantuk saat belajar.
3.      Menentukan waktu makan, mandi, berpakaian, berhias, dll
4.      Menentukan waktu belajar (kurang lebih dua jam). Biasanya jumlah waktu untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah kurang lebih delapan jam. Untuk waktu belajar di rumah, dapat disusun sesuai dengan kebutuhAndan kondisi masing-masing.
5.      Menentukan waktu untuk kegiatan lain seperti nonton televise, mengembangkan kegemaran (hobi), dan rekreasi (kurang lebih dua jam).
6.      Gunakan hari Minggu untuk kegiatan-kegiatan selain belajar.
Contoh jadwal harian
Nama          :                                              
Hari , tanggal
Waktu
kegiatan
Senin,6 okt 2014
05.00 – 05.20
Bangun tidur, salat subuh

05.20 – 05.45
Mandi, siap - siap

05.45 – 06.00
sarapan

06.15
Berangkat sekolah

07.00 – 12.30
sekolah

13.30
Sampai rumah

13.30- 14.30
main bersama teman

14.30 – 15.00
Mandi, salat

15.00 – 17.00
mengqji

17.00 – 19.00
belajar dan membuat PR

19.30 – 20.30
nonton Tv

21.00
tidur

2.2.2        Sukses ujian sekolah
Motivasi sukses Ujian Sekolah adalah dorongan belajar untuk menyiapkan diri agar lulus dengan nilai memuaskan ketika menghadapi ujian. Hasil motivasi ini sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi ujian guna melanjutkan ke sekolah lanjut yaitu SMP/MTS.
Ujian sekolah merupakan ujian terakhir yang haru dilalui oleh siswa yang akan meraih karir berikutnya. Apa yang menjadi impian masa depan siswa diawali dengan kelulusan ujian sekolah. kalau berhasil lulus ada kemungkinan yang akan dilakukan yaitu bekerja atau melanjutkan sekolah ke SMP/MTS. Sehubungan dengan upaya agar lulus Ujian Sekolah ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain.
1.      Persyaratan peserta Ujian Sekolah
Persyaratan Ujian Sekolah ditentukan oleh pihak yang berwenang seperti guru,kepala sekolah, dan dinas pendidikan. Anda siapkan serta serta lengkapi syarat –syarat untuk bisa ikut ujian tersebut agar memperlancar dalam pelaksanaan ujianya.
2.      Persiapan mengikuti Ujian Sekolah
Sukses ujian sekolah adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi peserta didik. Agar dapat memperoleh kesuksesan dalam menghadapi ujian peserta perlu mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Adapun persiapan-persiapan yang harus dilakukan antara lain:
a)      Persiapan diri
Persiapan diri terdiri dari persiapan mental dan persiapan fisik. Persiapan fisik berkaitan dengan persiapan jasmani dan kesehatan. Agar Anda tetap sehat secara fisik menjelang pelaksaan ujian, Anda harus rajin berolah raga dan usahakan istirahat teratur dan tidur tidak terlalu malam.
b)      Persiapan teknis
Persiapan teknis berkaitan dengan penyediaan perlengkapan yang akan digunakan dalam ujian, misalnya pena, mistar, penghapus, peraut pensil, pensil.
c)      Persiapan materi ujian
Persiapan materi uji merupakan persiapan yang sangat penting karena persiapan materi uji ini akan menenukan kelulusan Anda. Persiapan meteri uji hendaknya dilakukan sejak dini dengan banyak latihan serta mengikuti try out secukupnya.
3.      Kiat sukses Ujian Sekolah
Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar Anda lulus Ujian Sekolah  dengan baik :
a)      Tidur lebih cepat dari biasanya agar fisik lebih siap dan tidak mengantuk saat ujian berlangsung.
b)      Siapkan lat tulis yang Anda butuhkan saat ujian, kartu tes, papan pengalas, dan jam tangan sebelum tidur.
c)      Bangun pagi-pagi, jangan lupa sarapan dan  minta restu orang tua sebelum berangkat sekolah.
d)     Usahakan tiba di lokasi ujian paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.
e)      Jangan lupa membaca doa sebelum ujian dimulai.
f)       Pergunakan alat tulis yang baik untuk menulis jawaban pada LJK dan tulislah terlebih dahulu identitas dengan lengkap dan benar.
g)      Santai jangan tegang saat menjawab soal ujian. Tanamkan percaya diri dan optimism Anda bahwa Anda bisa menjawab pertanyaan dengan benar karena ketegangan dapat membuyarkan konsentrasi.
h)      Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah baru menyelesaikan soal yang sulit.
i)        Jaga lembar jawaban computer agar tetap bersih, tidak terlipat, dan jangan dicoret-coret.
j)        Kontrol waktu Anda, jangan sampai waktu berakhir tetapi pekerjaan Anda belum selesai.
k)      Periksa kembali jawaban dan data diri Anda sebelum menyerahkan LJK ke pengawas. Pastikan data diri Anda terisi dengan benar dan pastikan semua soal terjawab.
l)        Pastikan LJK telah diterima pengawas sebelum meninggalkan ruangan ujian.
m)    Pastikan keluar ujian dengan tenang serahkan hasil ujian kepada Yang Maha Kuasa.
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK
3.1  Hasil Need Asesment
Hasil need assessment dengan kepala sekolah SDN Mangun Sari memutuskan untuk memberi layanan klasikal dengan anak kelas 6 SD Mangun Sari. Kepala sekolah member keputusan supaya kami memberikan layanan mengenai kiat-kiat menghadapi ujian sekolah supaya siswa menyiakan ujian dengan baik. Hal tersebut dikarenakan anak kelas enam sebentar lagi akan menghadapi ujian sekolah yang akan menentukan kelulusan siswa. Kepala sekolah berharap bimbingan yang kami berikan dapat membantu siswa untuk menyiapkan ujian sekolah dengan maksimal. Dari hasil need assement akhirnya kami memutuskan memebrikan layanan mengenai manajemen waktu belajar dan kiat-kiat menghadapi ujian supaya siswa dapat mengatur waktu belajarnya dengan baik dan dapat belajar sungguh-sungguh. 
3.2  Pelaksanaan Praktik
Kelas 6 termasuk kelas yang gaduh. Praktik kami berikan di jam setelah istirahat sampai akhir jam pelajaran kurang lebih dua jam pelajaran. Dalam praktik jumlah siswa di kelas kurang lebih 25 orang. Jumlah laki-laki dan perempuan di kelas tersebut hamper seimbang. Kami melakukan berbagai usaha untuk menenangkan dan membuat siswa berkonsentrasi terhadap layanan yang kami berikan. Kami mengajarkan beberapa permainan tepuk tangan, ice breaking, dan senam otak. siswa terlihat bersemangat dan menyukai permainan, ice breaking, dan senam otak yang kami berikan.
Karena layanan yang kami berikan ditujukan untuk anak sekolah dasar sehingga bahasa yang kami gunakan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Kami menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Materi yang kami susun dan sajikan dibuat sesederhana mungkin dan singkat supaya anak mudah mengerti materi yang disampaikan, tidak bosan , dan tertarik dengan layanan kami.
 Kami memberikan layanan mengenai manajemen waktu kepada siswa  selama praktik siswa terlihat antusias dengan merespon materi yang kami berikan dengan bertanya dan menjawab pertanyaan kami. Dalam praktik kami memberikan tugas supaya anak membuat jadwal sehari-hari. Jadwal yang dibuat anak-anak adalah balikan supaya kami mengerti dan dapat mengecek pemahaman siswa. Siswa dapat membuat jadwal mereka dengan baik.
Kami memberikan layanan mengenai kiat-kiat menghadapi ujian dengan judul ujian semanis permen. Saat kami memberikan layanan tersebut siswa memperhatikan dengan baik tetapi beberapa siswa terlihat berjalan-jalan sendiri sehingga kami mengajak siswa untuk melakukan senam otak supaya siswa kembali focus dengan layanan kami.
3.3  Evaluasi Pelaksaan praktik
Dalam melakukan praktik di SD Mangun Sari 01 terdapat beberapa evaluasi meliputi
1.      Sebelum melakukan praktik seharusnya kami melakukan assesmet dengan guru kelas enam dan observasi ke kelas langsung sebelum praktik layanan di kelas. Supaya kami dapat mengetahui keadaan siswa kelas enam dan dapat mengetahui karakter siswa kelas enam.
2.      Dalam praktik yang kami berikan terdapat beberapa evaluasi meliputi menyapkan media bimbingan yang lebih menarik karena ternyata LCD yang disediakan oleh SD Mangun Sari kurang bagus kualitasnya sehingga tidak dapat digunakan dengan maksimal.
3.      Perlunya menyiapkan banyak ice breaking/ permainan/ senam otak untuk mengajak siswa terlibat dan tertarik dengan layanan kami. Permainan berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi siswa.
4.      Karena kelas terlalu gaduh sehingga perlu untuk meningkatkan volume suara selama memberikan layanan.


BAB IV
PENUTUP
4.1  Simpulan
Sebelum melakukan dan memberikan layanan perlu adanya asesmen dari berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru kelas, dan asesmen dari siswa. Observasi sangat diperlukan untuk mengetahui karakter dan keadaan kelas. Shal tersebut dilakukan untuk mengetahui layanan yang akan diberkan dan gambaran pelaksaan layanan di kelas.
Dalam memberikan layanan bimbingan belajar di sekolah dasar perlu menyiapkan beberapa hal seperti media bimbingan yang menarik, materi yang disusun haruslah sederhana dan mudah dipahami siswa, dan menyiapkan beberapa permainan/ice breaking. Hal tersebut dilakukan supaya keadaaan kelas menjadi kondusif dan siswa dapat memahami materi yang diberikan.
4.2  Saran
Dalam melakukan praktik bimbingan belajar di sekolah dasar seharusnya kepala sekolah memberikan kami waktu untuk melakukan observasi di kelas atau wawancara kepada guru kelas enam supaya kami mengetahui karakter siswa kelas enam. Seharusnya kepala sekolah memberi tahu keadaan dan kualitas LCD yang ternyata kurang bagus sehingga kami bisa menyiapkan media bimbingan yang lain.
Tetapi walaupun seperti itu kami berterima kasih kepada kepala sekolah SDN Mangun Sari atas ijinnya sehingga kami dapat melakukan praktik di sekolah tersebut. Kami juga berterima kasih kepada guru kelas enam sehingga kami dapat memanfaatkan waktunya untuk mengisi layanan di kelas enam.

DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Penerjemah: Istiwidayanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.
Mastur & Triyono. 2014. Materi Layanan Klasikal: Bidang Bimbingan Belajar. Yogyakarta : Paramitra Publishing.

Phil Race. 2006. How to Study: Kiat-Kiat Belajar Praktis Bagi Mahasiswa. Bandung: Kaifa.