BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Bimbingan dan konseling
adalah sebuah layanan yang diberikan
untuk membantu siswa mengastasi masalahnya dan mencapai tugas-tugas
perkembangannya secara maksimal secara sehat. Bimbingan dan konseling pada
umumnya hanya ada di jenjang SMP/MTS sampai perguruan tinggi. Namun saat ini
pemerintah telah merencanakan untuk
memasukan layanan BK ke SD. Hal tersebut didukung oleh adanya Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2014. Berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 tahun
2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah, pasal 10 ayat 1 menyatakan bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan
Konseling pada SD/MI atau sederajat adalah Konselor dan Guru Bimbingan dan
Konseling. Dari Permendiknas ini, dapat diketahui bahwa mulai tahun 2014 Dinas
Pendididkan dan Kebudayaan (Depdikbud) menghimbau pada seluruh Sekolah Dasar
(SD)/sederajat untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling oleh
konselor/guru bimbingan dan konseling bukan lagi oleh guru kelas.
Sekolah
Dasar (SD) merupakan pendidikan dasar yang merupakan pendidikan yang mendasari
jenjang pendidikan menengah. Siswa sekolah dasar merupakan anak berumur 6-12
tahun dimana sedang mengalami tahap perkembangan anak-anak hingga remaja awal.
Dalam menghadapi tahap-tahap perkembangan tersebut, seringkali siswa SD
mengalami kesulitan dalam pencapaian tugas perkembangannya. Oleh karena itu
bantuan mereka membutuhkan bantuan dari orang sekitar, terutama orang tua dan
guru mereka khususnya konselor/guru BK.
Pelayanan
BK terdiri dari empat bidang yaitu bidang karir, sosial, pribadi, dan belajar.
Dalam hal ini penulis lebih menekankan pada bidang belajar. Mengingat pendidikan di SD adalah dasar bagi
terbentuknya ketrampilan belajar anak seperti menulis, membaca, berhitung.
Layanan bimbingan belajar bertujuan untuk memabntu peserta didik memaksimalkan
tugas perkembangannya khususnya pada ranah kognitif. Sehingga dalam hal ini
penulis merasa perlu untuk melaksanakan praktik layanan bimbingan belajar di SD
untuk membantu siswa mencapai perkembangan yang maksimal.
1.2
Rumusan
masalah
Dari
latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, dapat diketahui berbagai
masalah yang menjadi perhatian penulis dalam melaksanakan praktik bimbingan dan
konseling belajar di SD, yaitu :
1. Bagaimana
cara mengidentifikasi kesulitan belajar siswa ?
2. Apa
faktor penyebab kesulitan belajar siswa?
3. Apa
strategi yang diterapkan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa?
4. Bagaimana
menerapkan strategi bantuan untuk kesulitan belajar siswa?
1.3
Tujuan
Dari
rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka tujuan dari adanya kegiatan ini
adalah
1. Mengetahui
cara mengidentifikasi kesulitan belajar siswa
2. Mengetahui
kesulitan belajar siswa
3. Mengetahui
strategi bantuan yang data diberikan kepada siswa
1.4
Manfaat
bagi guru mapel dan guru BK
Penulis
berharap adanya laporan dari kegiatan praktek BKB di SD dapat dimanfaatkan
sebaik-baiknya untuk
1. Bahan
referensi bagi para guru mapel dan guru BK dalam membimbing siswa
2. Pedoman
guru BK dalam memberikan layanan BKB di sekolah khususnya di SD
3. Menambah
wawasan keilmuan BK di SD
1.5
Waktu
dan tempat
Tempat
pemberian layanan BKB adalah SDN Mangun Sari. Layanan diberikan kepada anak
kelas VI SD.
Tanggal pelaksanaan adalah
tanggal
|
kegiatan
|
24
Oktober 2015
|
meminta
ijin dan need assessment kepada kepala sekolah
|
31Oktober
2015
|
melakukan
praktik layanan klasikal
|
7
November 2015
|
membuat
surat keterangan observsi dan pamit kepada kepala sekolah
|
1.6
Persiapan
konselor
Dalam
melaksanakan praktek layanan bimbingian dan konseling belajar di SD saya
menyiapkan beberapa hal yaitu : surat ijin dari fakultas, assesmen kebutuhan
siswa, RPL, materi layanan, dan beberapa ice breaking.
BAB II
KERANGKA KONSEPTUAL
2.1 Perkembangan akhir masa kanak-kanak
Hurlock
(1980:1460 masa kanak-kanak akhir berlangsung
dari usia enam tahun sampai inidividu menjadi matang secara seksual. Masa kanak-kanak akhir ditAndai oleh
kondisiyang mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Permualaan masa
akhir kanak kanak ditAndai dengan masuknya anak ke kelas satu. Hal ini membawa
dampak besar bagi perkembangan pribadi anak. Anak belajar menyesuaikan diri
dengan tuntutan dan harapan baru di kelas satu sehingga menyebabkan perubahan
sikap, nilai, dan perilaku.
Selama
setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat
mengakibatakan perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku. Menjelang
berakhirnya periode ini anak mempersiapkan diri baik fisik maupun psikologis
untuk memasuki usia remaja. Perubahan fisik menimbulkan ketidakseimbangan
diamana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu sampai tercapai penyesuaian diri terhadap
perubahan ini.
Orang
tidak dapat mengetahui secara pasti kapan periode ini berakhir karena
kematangan seksual yaitu kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa
kanak-kanak dengan remaja karena timbulnya tidak selalu sama. Hal tersebut
disebabkan perbedaan kematangan seksual laki-laki dan perempuan. Bagi anak
perempuan Amerika masa akhir berlangsung antara enam sampai tiga belas tahun.
Laki-laki berlangsung antara enam sampai enam belas tahun.
2.3.1
2.3.2
2.1
2.1.1
Label
yang digunakan para pendidik
Para
pendidik melabelkan masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Pada usia
tersebut anak-anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap
penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa. Dan
mempelajari berbagai ketrampilan penting tertentu baik ketrampilan kurikuler
maupun ekstra kulikuler.
Para
pendidik memAndang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan
berprestasi. Masa dimana anak membentuk
kebiasaan untuk mencapai sukses , atau sangat sukses bahkan tidak sukses.
Tingkat perilaku berprestasi pada masa kanak-kanak mempunyai korelasi yang
tinggi dengan perilaku berprestasi pada
masa dewasa.
2.1.2
Tugas
perkembangan
Penguasaan
tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua
seperti pada tahun-tahun prasekolah. Penguasaan ini menjadi tanggung jawab
guru-guru dan sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-teman.
Misalnya membaca, menulis, berhitung, dan pengembangan sikap terhadap kelompok
sosial. Meskipun orang tua membantu meletakan dasar penyesuaian diri anak
dengan teman sebaya, tetapi menjadi anggota kelompok member kesempatan yang
besar untuk meperoleh ketrampilan belajar ini.
Ketrampilan
akhir masa kanak-kanak dapat dibagi
menjadi empat kategori yaitu ketrampilan menolong diri sendiri, ketrampilan
menolong orang lain, ketrampilan sekolah, dan ketrampilan bermain. Tidak semua
kategori sama pentingnya sepanjang tahun akhir masa kanak-kanak. Misalnya
ketrampilan bermain lebih penting bagi anak pada awal periode ini. tetapi pada
saat menjelang puber aktivitas bermain berkurang dan digantikan oleh minat dan
hiburan.semua ketrampilan pada akhir masa kanak-kanak mempengaruhi sosialisasi
anak baik secara langsung maupun tidak langsung.
2.1.3
Peningkatan
dalam pengertian
Dengan
sekolah, dunia dan minat anak-anak bertambah luas. Meluasnya minat maka
bertambah pula pengertian tentang manusia dan benda-benda yang sebelumnya
kurang berarti. Anak menghubungkan arti baru dengan konsep lama berdasarkan apa
yang dipelajari setelah masuk sekolah. Anak mendapatkan arti baru dari media
massa terutama buku, fim dan televisi. Dalam menambah konsep sosial misalnya,
anak mengaitkan stereotip budaya dengan orang dari ras, agama, seks, atau
kelompok sosial ekonomi.
2.1.4 Peranan disiplin
Hurlock
(1980:163) disiplin berperang penting dalam perkembangan kode moral. Meskipun
anak memerlukan displin, disiplin merupakan masalah yang serius bagi anak yang
lebih besar. Penggunaan secara kontinu teknik-teknik disiplin yang efektif
ketika masih kecil menyebabkan kebencian pada anak yang lebih besar. Disipin
harus disesuaikan dengan perkembangan anak.
2.1.5 Minat pada masa akhir kanak-kanak
Minat sangat mempengaruhi perilaku
sehingga perkembangan minat yang bermanfaat penting bagi anak tetapi guru dan
orang tua meremehkan minat pada anak-anak. Mereka merasa bahwa minat anak-anak
hanyalah suatu tingkah yang akan hilang atau berlalu begitu saja. Akibatnya
anak cenderung mengakhiri minat mereka dengan bertambahnya usia.
Bagaimana minat yang terbentuk dapat mempengaruhi
anak-anak dijelask sebagai berikut. Pertama, minat mempengaruhi intensitas dan
bentuk cita-cita. Kedua, minat sebagai pendorong yang kuat. Ketiga, prestasi
ditentukan oleh jenis dan intensitas minat mereka. Keempat , minat yang
terbentuk dari kanak-kanak biasanya menjadi minat seumur hidup.
2.2 Materi layanan di kelas 6 SD
Materi layanan yang saya berikan kepada anak kelas 6
SD Mangun Sari menegenai manajemen waktu belajar dan kiat menghadapi ujian
nasional mengingat anak tersebut akan berhadapan dengan ujian kelulusan.
2.2.1
Mengatur waktu belajar
Mastur dan Triyono
(2014:50) Kegiatan belajar merupakan kegiatan utama bagi seorang siswa. Untk
memperoleh prestasi yang tinggi seseorang harus selalu harus didukung dengan
kegiatan belajar yang rutin dan frekuensi yang tetap. Hukum Jost mengemukakan
bahwa belajar empat hari masing-masing satu jam lebih efektif daripada belajar
empat jam sehari. Hal tersebut menunjukan bahwa bukan masalah banyaknya waktu
dalam belajar melainkan keajegan dalam belajar yang dibutuhkan dalam memperoleh
hasil belajar yang maksimal. Sehingga siswa perlu menyiasati waktu belajar
sebaik mungkin.
Belajar memerlukan
suasana yang mendukung, antara lain badan yang segar, lingkungan yang nyaman
dan suasana hati yang tenang. Waktu belajar yang efisien adalah sekitar 1-2
jam. Apabila ingin menambah waktu belajar maka harus ada rentang waktu
istirahat untuk mengendorkan saraf otak yang terlalu tegang sehingga saat
meneruskan belajar tubuh terasa segar kembali.
Berikut ini kiat-kiat
mengatur waktu yang ditulis Leh Heanne (dalam Triyono dan Mastur.2014:51)
1.
Tetapkan prioritas !
kalau banyak yang harus dikerjakan, buatlah
daftar yang harus dikerjakan. Lalu urutkan setiap tugas dalam urutan 1,2,3 dan
seterusnya sesuai tingkat urgensinya.
2.
Jangan membebani diri dengan jadwal yang
berlebihan !
lakukan perubahan secara bertahap.
3.
Luangkan waktu untuk membiasakan diri
menjadi teratur!
4.
Luangkan waktu untuk refreshing !
waktu untuk penyegaran membantu untuk tetap
sehat secara mental.
5.
Jangan menunda-nunda !
Phil
Race (2006) menguraikan beberapa trik mengelola waktu belajar yang meliputi
1.
Tetapkan bahwa Andalah yang bertanggung
jawab atas waktu yang Anda miliki. Memastikan bahwa Anda memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya.
2.
Ingatkan diri Anda tentang manfaat dari
pengaturan waktu yang baik.
3.
Pengelolaan waktu akan menghaslkan
tambahan waktu,
jumlah jam yang dapat Anda hemat seiring
meningkatnya kemampuan mengelola waktu menjadi tambahan waktu untuk melakukan
hal yang Anda inginkan.
4.
Berpikirlah dalam konteks hasil belajar
yang besar
gunakan waktu
untuk melakukan hal yang memberkan hasil pembelajaran yang tinggi seperti
membuat ikhtisar tentang sesuatu dan mendiskusikanya dengan orang lain.
5.
Batasi waktu yang Anda habiskan untuk
melakukan hal yang memberikan hasil pembelajaran yang rendah
6.
Jangan memghabiskan waktu untuk
membayangkan Anda melakukan sesuatu.
7.
Kelola setiap menit yang Anda miliki
agar setiap jam terkendali dengan sendirinya.
8.
Manfaatkan sedikit waktu untuk mengecek
agenda belajar Anda contoh catatan sekolah minggu lalu.
9.
Gunakan 10% pertama waktu yang tersedia
untuk mengerjakan tugas
Kebiasaan kita
adalah mengerjakan tugas pada 10% terakhir waktu yang tersedia.
10.
Tetapkan tenggat untuk Anda sendiri
Bagilah tugas
besar Anda menjadi beberapa bagian dan tetapkan tenggat secara berkala.
11.
Beritahu target dan tenggat Anda kepada
orang lain
12.
Jadilah orang yang lebih awal
13.
Selalu mendahului jadwal
14.
Rencanakan waktu istirahat.
Menyusun jadwal belajar sehari-hari.
Waktu untuk belajar di rumah sangatlah terbatas, namun banyak pelajaran
yang harus dipelajari dan banyak kegiatan belajar yang harus diselesaikan. Agar
dapat membagi dan menggunakan belajar dengan baik, dapat membuat jadwal
belajar. Ada enam langkah untuk menyusun jadwal belajar di rumah meliputi :
1. Catatlah
semua pelajaran yang sudah pasti. Kegiatan ini meliputi kegiatan rutin di luar
belajar, seperti makan, mandi, kegiatan belajar di sekolah, kegiatan keagamaan,
kegiatan mengembangkan bakat, kegiatan les tambahan, dan istirahat.
2. Menentukan
untuk tidur. Menyediakan waktu tidur antara enam sampai delapan jam untuk
tidur. Jika tidak mempunyai kegiatan di siang hari, dapat meluangkan waktu
selama satu jam agar pada malam hari tidak merasa mengantuk saat belajar.
3. Menentukan
waktu makan, mandi, berpakaian, berhias, dll
4. Menentukan
waktu belajar (kurang lebih dua jam). Biasanya jumlah waktu untuk mengikuti kegiatan
belajar di sekolah kurang lebih delapan jam. Untuk waktu belajar di rumah,
dapat disusun sesuai dengan kebutuhAndan kondisi masing-masing.
5. Menentukan
waktu untuk kegiatan lain seperti nonton televise, mengembangkan kegemaran
(hobi), dan rekreasi (kurang lebih dua jam).
6. Gunakan hari
Minggu untuk kegiatan-kegiatan selain belajar.
Contoh
jadwal harian
Nama :
Hari , tanggal
|
Waktu
|
kegiatan
|
Senin,6 okt 2014
|
05.00 – 05.20
|
Bangun tidur, salat subuh
|
|
05.20 – 05.45
|
Mandi, siap - siap
|
|
05.45 – 06.00
|
sarapan
|
|
06.15
|
Berangkat sekolah
|
|
07.00 – 12.30
|
sekolah
|
|
13.30
|
Sampai rumah
|
|
13.30- 14.30
|
main bersama teman
|
|
14.30 – 15.00
|
Mandi, salat
|
|
15.00 – 17.00
|
mengqji
|
|
17.00 – 19.00
|
belajar dan membuat PR
|
|
19.30 – 20.30
|
nonton Tv
|
|
21.00
|
tidur
|
2.2.2
Sukses
ujian sekolah
Motivasi
sukses Ujian Sekolah adalah dorongan belajar untuk menyiapkan diri agar lulus
dengan nilai memuaskan ketika menghadapi ujian. Hasil motivasi ini sekaligus
menjadi bekal dalam menghadapi ujian guna melanjutkan ke sekolah lanjut yaitu
SMP/MTS.
Ujian
sekolah merupakan ujian terakhir yang haru dilalui oleh siswa yang akan meraih
karir berikutnya. Apa yang menjadi impian masa depan siswa diawali dengan
kelulusan ujian sekolah. kalau berhasil lulus ada kemungkinan yang akan
dilakukan yaitu bekerja atau melanjutkan sekolah ke SMP/MTS. Sehubungan dengan
upaya agar lulus Ujian Sekolah ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara
lain.
1. Persyaratan
peserta Ujian Sekolah
Persyaratan
Ujian Sekolah ditentukan oleh pihak yang berwenang seperti guru,kepala sekolah,
dan dinas pendidikan. Anda siapkan serta serta lengkapi syarat –syarat untuk
bisa ikut ujian tersebut agar memperlancar dalam pelaksanaan ujianya.
2. Persiapan
mengikuti Ujian Sekolah
Sukses
ujian sekolah adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi peserta didik. Agar
dapat memperoleh kesuksesan dalam menghadapi ujian peserta perlu mempersiapkan
dengan sebaik-baiknya. Adapun persiapan-persiapan yang harus dilakukan antara
lain:
a) Persiapan
diri
Persiapan diri terdiri dari
persiapan mental dan persiapan fisik. Persiapan fisik berkaitan dengan
persiapan jasmani dan kesehatan. Agar Anda tetap sehat secara fisik menjelang
pelaksaan ujian, Anda harus rajin berolah raga dan usahakan istirahat teratur
dan tidur tidak terlalu malam.
b) Persiapan
teknis
Persiapan teknis berkaitan dengan
penyediaan perlengkapan yang akan digunakan dalam ujian, misalnya pena, mistar,
penghapus, peraut pensil, pensil.
c) Persiapan
materi ujian
Persiapan materi uji merupakan
persiapan yang sangat penting karena persiapan materi uji ini akan menenukan
kelulusan Anda. Persiapan meteri uji hendaknya dilakukan sejak dini dengan
banyak latihan serta mengikuti try out secukupnya.
3. Kiat
sukses Ujian Sekolah
Ada
beberapa hal yang harus dilakukan agar Anda lulus Ujian Sekolah dengan baik :
a) Tidur
lebih cepat dari biasanya agar fisik lebih siap dan tidak mengantuk saat ujian
berlangsung.
b) Siapkan
lat tulis yang Anda butuhkan saat ujian, kartu tes, papan pengalas, dan jam
tangan sebelum tidur.
c) Bangun
pagi-pagi, jangan lupa sarapan dan minta
restu orang tua sebelum berangkat sekolah.
d) Usahakan
tiba di lokasi ujian paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai.
e) Jangan
lupa membaca doa sebelum ujian dimulai.
f) Pergunakan
alat tulis yang baik untuk menulis jawaban pada LJK dan tulislah terlebih
dahulu identitas dengan lengkap dan benar.
g) Santai
jangan tegang saat menjawab soal ujian. Tanamkan percaya diri dan optimism Anda
bahwa Anda bisa menjawab pertanyaan dengan benar karena ketegangan dapat
membuyarkan konsentrasi.
h) Dahulukan
menyelesaikan soal yang dianggap mudah baru menyelesaikan soal yang sulit.
i)
Jaga lembar jawaban computer agar tetap
bersih, tidak terlipat, dan jangan dicoret-coret.
j)
Kontrol waktu Anda, jangan sampai waktu
berakhir tetapi pekerjaan Anda belum selesai.
k) Periksa
kembali jawaban dan data diri Anda sebelum menyerahkan LJK ke pengawas.
Pastikan data diri Anda terisi dengan benar dan pastikan semua soal terjawab.
l)
Pastikan LJK telah diterima pengawas
sebelum meninggalkan ruangan ujian.
m) Pastikan
keluar ujian dengan tenang serahkan hasil ujian kepada Yang Maha Kuasa.
BAB
III
PELAKSANAAN
PRAKTIK
3.1 Hasil Need Asesment
Hasil need assessment dengan kepala sekolah
SDN Mangun Sari memutuskan untuk memberi layanan klasikal dengan anak kelas 6
SD Mangun Sari. Kepala sekolah member keputusan supaya kami memberikan layanan
mengenai kiat-kiat menghadapi ujian sekolah supaya siswa menyiakan ujian dengan
baik. Hal tersebut dikarenakan anak kelas enam sebentar lagi akan menghadapi
ujian sekolah yang akan menentukan kelulusan siswa. Kepala sekolah berharap
bimbingan yang kami berikan dapat membantu siswa untuk menyiapkan ujian sekolah
dengan maksimal. Dari hasil need assement
akhirnya kami memutuskan memebrikan layanan mengenai manajemen waktu belajar
dan kiat-kiat menghadapi ujian supaya siswa dapat mengatur waktu belajarnya
dengan baik dan dapat belajar sungguh-sungguh.
3.2 Pelaksanaan Praktik
Kelas
6 termasuk kelas yang gaduh. Praktik kami berikan di jam setelah istirahat
sampai akhir jam pelajaran kurang lebih dua jam pelajaran. Dalam praktik jumlah
siswa di kelas kurang lebih 25 orang. Jumlah laki-laki dan perempuan di kelas
tersebut hamper seimbang. Kami melakukan berbagai usaha untuk menenangkan dan
membuat siswa berkonsentrasi terhadap layanan yang kami berikan. Kami
mengajarkan beberapa permainan tepuk tangan, ice breaking, dan senam otak. siswa terlihat bersemangat dan
menyukai permainan, ice breaking, dan
senam otak yang kami berikan.
Karena
layanan yang kami berikan ditujukan untuk anak sekolah dasar sehingga bahasa
yang kami gunakan disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Kami
menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Materi yang kami susun dan
sajikan dibuat sesederhana mungkin dan singkat supaya anak mudah mengerti
materi yang disampaikan, tidak bosan , dan tertarik dengan layanan kami.
Kami memberikan layanan mengenai manajemen
waktu kepada siswa selama praktik siswa
terlihat antusias dengan merespon materi yang kami berikan dengan bertanya dan
menjawab pertanyaan kami. Dalam praktik kami memberikan tugas supaya anak
membuat jadwal sehari-hari. Jadwal yang dibuat anak-anak adalah balikan supaya
kami mengerti dan dapat mengecek pemahaman siswa. Siswa dapat membuat jadwal mereka
dengan baik.
Kami
memberikan layanan mengenai kiat-kiat menghadapi ujian dengan judul ujian
semanis permen. Saat kami memberikan layanan tersebut siswa memperhatikan
dengan baik tetapi beberapa siswa terlihat berjalan-jalan sendiri sehingga kami
mengajak siswa untuk melakukan senam otak supaya siswa kembali focus dengan
layanan kami.
3.3 Evaluasi Pelaksaan praktik
Dalam melakukan
praktik di SD Mangun Sari 01 terdapat beberapa evaluasi meliputi
1. Sebelum
melakukan praktik seharusnya kami melakukan assesmet dengan guru kelas enam dan
observasi ke kelas langsung sebelum praktik layanan di kelas. Supaya kami dapat
mengetahui keadaan siswa kelas enam dan dapat mengetahui karakter siswa kelas
enam.
2. Dalam
praktik yang kami berikan terdapat beberapa evaluasi meliputi menyapkan media
bimbingan yang lebih menarik karena ternyata LCD yang disediakan oleh SD Mangun
Sari kurang bagus kualitasnya sehingga tidak dapat digunakan dengan maksimal.
3. Perlunya
menyiapkan banyak ice breaking/
permainan/ senam otak untuk mengajak siswa terlibat dan tertarik dengan layanan
kami. Permainan berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi siswa.
4. Karena
kelas terlalu gaduh sehingga perlu untuk meningkatkan volume suara selama
memberikan layanan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Sebelum
melakukan dan memberikan layanan perlu adanya asesmen dari berbagai pihak
seperti kepala sekolah, guru kelas, dan asesmen dari siswa. Observasi sangat
diperlukan untuk mengetahui karakter dan keadaan kelas. Shal tersebut dilakukan
untuk mengetahui layanan yang akan diberkan dan gambaran pelaksaan layanan di
kelas.
Dalam
memberikan layanan bimbingan belajar di sekolah dasar perlu menyiapkan beberapa
hal seperti media bimbingan yang menarik, materi yang disusun haruslah
sederhana dan mudah dipahami siswa, dan menyiapkan beberapa permainan/ice breaking. Hal tersebut dilakukan
supaya keadaaan kelas menjadi kondusif dan siswa dapat memahami materi yang
diberikan.
4.2 Saran
Dalam
melakukan praktik bimbingan belajar di sekolah dasar seharusnya kepala sekolah
memberikan kami waktu untuk melakukan observasi di kelas atau wawancara kepada
guru kelas enam supaya kami mengetahui karakter siswa kelas enam. Seharusnya
kepala sekolah memberi tahu keadaan
dan kualitas LCD yang ternyata kurang bagus sehingga kami bisa menyiapkan media
bimbingan yang lain.
Tetapi walaupun seperti itu kami
berterima kasih kepada kepala sekolah SDN Mangun Sari atas ijinnya sehingga
kami dapat melakukan praktik di sekolah tersebut. Kami juga berterima kasih
kepada guru kelas enam sehingga kami dapat memanfaatkan waktunya untuk mengisi
layanan di kelas enam.
DAFTAR
PUSTAKA
Hurlock,
Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan.
Penerjemah: Istiwidayanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.
Mastur
& Triyono. 2014. Materi Layanan
Klasikal: Bidang Bimbingan Belajar. Yogyakarta : Paramitra Publishing.
Phil
Race. 2006. How to Study: Kiat-Kiat
Belajar Praktis Bagi Mahasiswa. Bandung: Kaifa.