UNNES

Visi Unnes adalah: menjadi universitas konservasi, bertaraf internasional, yang sehat, unggul, dan sejahtera pada tahun 2020.

pendidikan di Indonesia

pendidikan di Indonesia dipenuhi dengan berbagai kepentingan pribadi lalu bagaimana nasib anak bangsa ini ?

bimbingan dan Konseling

BK membantu individu untuk mengatasi masalahnya agar tercipta kebahagiaan dalam diri individu.

jadilah pribadi yang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian

kedamaian jiwa seseorang terletak pada kebijaksanaannya menghadapi persoalan hidup

sumpah mahasiswa

berusaha untuk menjadi mahasiswa yang bermanfaat untuk negeri.

Senin, 29 Desember 2014

UKM yang saya ikuti

1. UKM Pencak Silat Unnes
sebagai mahasiswa unnes saya memiliki beberapa hobi serta kegiatan yang saya ikuti. Saya tergabung dalam UKM Pencak Silat UNNES, disini saya menemukan keluarga baru sambil melatih fisik serta jiwa saya. Saya belajar banyak filosofi hidup disini.
2. Komunitas CEC
 jurusan BK UNNES memiliki UKm jurusan salah satunya adalah CEC (Counseling Education Comunity). Disini saya belajar banyak tentang Soft skill, ilmu tentang ke- BK an, belajar berorganisasi.
3. FUMMI (Forum Ukhuwah Mahasiswa Muslim Ilmu pendidikan)
FIP Unnes memiliki lembaga dakwah kampus bernama FUMMI disini jelas saya belajar tentang keagamaan. Ilmu agama yang diajarkan diringkas dalam kegiatan yang menyenangkan, dengan pembicara luar biasa, materi yang ringan dan mudah dipahamai dan insyaallah bermanfaat :)

Kamis, 25 Desember 2014

Power point materi TIK BK Unnes

power point materi TIK BK unnes selama satu semester meliputi :

  1. data dan informasi klik disini
  2. manfaat dan peran TIK, klik disini
  3. sejarah komputer, klik disini
  4. hardware dan software, klik disini
  5. peran tik dalam layanan BK, klik disini
  6. hubungan TIK dengan Komputer, klik disini
  7. progam swasta / pemerintah dalam implementasi untuk BK, klik disini
  8. komponen dan karakteristik TIK, klik disini

Rabu, 24 Desember 2014

sistim Full Day School

2.1 Sejarah munculnya full day school
Full day school pada awalnya muncul pada awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Pada waktu itu full day school dilaksanakan untuk jenjang sekolahTaman Kanak-kanan dan selanjutnya meluas pada jenjang yang lebih tinggi mulai dari SD sampai dengan menengah atas.
Ketertarikan para orang tua untuk memasukkan anaknya ke full day school dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu karena semakin banyaknya kaum ibu yang bekerja di luar rumah dan mereka banyak yang memiliki anak berusia di bawah 6 tahun, meningkatnya jumlah anak-anak usia prasekolah yang ditampung di sekolah-sekolah milik public (masyarakat umum), meningkatnya pengaruh televisi dan mobilitas para orang tua, serta kemajuan dan kemodernan yang mulai berkembang di segala aspek kehidupan.
Dengan memasukkan anak mereka ke full day school, mereka berharap dapat memperbaiki nilai akademik anak-anak mereka sebagai persiapan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dengan sukses, juga masalah-masalah tersebut di atas dapat teratasi. Dan dalam hasil penelitian ini disebutkan bahwa anak yang menempuh pendidikan di fullday school terbukti tampil lebih baik dalam mengikuti setiap mata pelajaran dan menunjukkan keuntungan yang cukup signifikan
Adapun munculnya system pendidikan full day school di Indonesia diawali dengan menjamurnya istilah sekolah unggulan sekitar tahun 1990-an, yang banyak dipelopori oleh sekolah-sekolah swasta termasuk sekolah-sekolah yang berlabel Islam. Dalam pengertian yang ideal, sekolah unggul adalah sekolah yang fokus pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya. Kualitas proses pembelajaran bergantung pada system pembelajarannya. Namun faktanya sekolah unggulan biasanya ditandai dengan biaya yang mahal, fasilitas yang lengkap dan serba mewah, elit, lain daripada yang lain, serta tenaga-tenaga pengajar yang “professional”, walaupun keadaan ini sebenarnya tidak menjamin kualitas pendidikan yang dihasilkan. Trend unggulan ini yang kemudian dikembangkan oleh para pengelola di sekolah-sekolah menjadi bentuk yang lebih beragam dan menjadi trade mark,  diantaranya adalah fullday school.
2.2 tujuan full day school
Berikut ini, beberapa alasan mengapa ada beberapa sekolah yang menerapkan sistem full day school :
1.      Meningkatnya jumlah single parent dan banyaknya aktivitas orang tua (parent carier) yang kurang  memberikan perhatian pada anaknya terutama yang berhubungan dengan aktivitas anak-anak sepulang dari sekolah.
2.    Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat, dari masyarakat agraris menuju ke masyarakat industri. Perubahan tersebut jelas berpengaruh pada pola pikir masyarakat yang terjadi saat ini.
3.    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat, sehingga apabila tidak dicermati, maka kita yang akan menjadi korbannya terutama dari teknologi komunikasi. Dengan banyaknya progran televisi serta menjamurnya play stasion membuat anak-anak lebih enjoy untuk duduk di depan televisi ataupun play stasion.
2.3 Pengertian full day school
Full day school berasal dari bahasa inggris, full artinya penuh, day artinya hari, sedangkan school artinya sekolah. Full day school berarti sekolah sepanjang hari. Full day school adalah proses sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi sampai sore hari.
Dengan dimulainya jam sekolah dari pagi sampai sore hari, sekolah lebih leluasa mengatur jam pelajaran yang mana disesuaikan dengan bobot pelajaran dan ditambah dengan model pendalamannya. Sedang waktunya digunakan untuk program-program pembelajaran yang bernuansa informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru. Dalam penelitian dijelaskan bahwa waktu belajar yang efektif pada anak itu hanya tiga sampai empat jam sehari (dalam suasana formal) dan tujuh sampai delapan jam (dalam suasana informal).
Dalam program full day school ini siswa memperoleh banyak keuntungan secara akademik, tentu saja lamanya waktu belajar juga merupakan salah satu dari dimensi pengalaman anak. Ada sebuah riset mengatakan bahwa siswa akan memporelah banyak keuntungan secara akademik dan sosial dengan adanya full day school. Cryan dalam risetnya menemukan bahwa dengan adanya full day school menunjukkan anak-anak akan lebih banyak belajar daripada bermain, hal ini mengakibatkan produktifitas anak tinggi, selain itu juga lebih dekat dengan guru, siswa juga menunjukkan sikap yang positif karena seharian siswa berada di lingkungan sekolah dan dalam pengawasan guru yang ketat.
Latar belakang munculnya full day school yaitu berangkat dari sebuah kebutuhan masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Orang tua meninggalkan rumah untuk bekerja dari pagi dan kembali ke rumah menjelang malam hari. Para orang tua bekerja selama 5 hari per minggu dan mereka libur (week end) pada hari sabtu dan minggu. Sementara anak-anak berangkat sekolah pukul 06.30 pagi dan pulang pukul 16.00 sore. Mereka sekolah 6 hari dalam seminggu yaitu senin-sabtu.
Kondisi yang demikian ini membuat mereka (orang tua dan anak) memiliki waktu yang sangat sedikit untuk berkumpul. Orang tua sedikit sekali waktunya untuk memperhatikan anak-anaknya di rumah, kasih sayang atau perhatian yang diterima anak dari orang tua akan sangat dirasakan kurang, baik itu perhatian secara biologis atau akademis.
2.4 Karakteristik full day school
2.4.1 Sistem pembelajaran FDS
Sebelum kita membahas tentang sistem pembelajaran FDS, tentunya kita perlu mengetahui tentang makna sistem pembelajaran itu sendiri. Sistem adalah seperangkat elemen yang saling berhubungan satu sama lain. Adapun sistem pembelajaran adalah suatu sistem karena merupakan perpaduan berbagai elemen yang berhubungan satu sama lain. Tujuannya agar siswa belajar dan berhasil, yaitu bertambah pengetahuan dan keterampilan serta memiliki sikap benar. Dari sistem pembelajaran inilah akan menghasilkan sejumlah siswa dan lulusan yang telah meningkat pengetahuan dan keterampilannya dan berubah sikapnya menjadi lebih baik.
Full Day School (FDS) menerapkan suatu konsep dasar “Integrated-Activity” dan “Integrated-Curriculum”. Hal inilah yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam FDS semua program dan kegiatan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas dalam sebuah sistem pendidikan. Titik tekan pada FDS adalah siswa selalu berprestasi belajar dalam proses pembelajaran yang berkualitas yakni diharapkan akan terjadi perubahan positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan aktivitas dalam belajar. Adapun prestasi belajar yang dimaksud terletak pada tiga ranah, yaitu:
2.4. 1.1 Prestasi yang bersifat kognitif
Adapun prestasi yang bersifat kognitif seperti kemampuan siswa dalam mengingat, memahami, menerapkan, mengamati, menganalisa, membuat analisa dan lain sebagianya. Konkritnya, siswa dapat menyebutkan dan menguraikan pelajaran minggu lalu, berarti siswa tersebut sudah dapat dianggap memiliki prestasi yang bersifat kognitif.
2.4.1. 2 Prestasi yang bersifat afektif
Siswa dapat dianggap memiliki prestasi yang bersifat afektif, jika ia sudah bisa bersikap untuk menghargai, serta dapat menerima dan menolak terhadap suatu pernyataan dan permasalahan yang sedang mereka hadapi.
2.4.1. 3 Prestasi yang bersifat psikomotorik
Yang termasuk prestasi yang bersifat psikomotorik yaitu kecakapan eksperimen verbal dan nonverbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seorang siswa menerima pelajaran tentang adab sopan santun kepada orang lain, khususnya kepada orang tuanya,  maka si anak sudah dianggap mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya.
2.3.2 inti sistem pembelajaran FDS antara lain:
1.      Proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, tranformatif sekaligus intensif. System persekolahan dan pola fullday school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal baik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
2.    Proses pembelajaran yang dilakukan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah system relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan.
2.5 gambaran  sistim full day school
Aspek kelembagaan, kepemimpinan dan manajemen, mengacu kepada konsep yang dikembangkan sekolah program full day school yang mengedepankan kemuliaan akhlaq dan prestasi akademik.Kepemimpinan sekolah dipacu dengan peningkatan kualitas kepribadian, peningkatan kemampuan manajerial dan pengetahuan konsep-konsep pendidikan kontemporer yang didukung dengan kegiatan short-course, orientasi program, dan studi banding, dimana program-program ini dilaksanakan secara simultan dan kontinu.
Kualitas sumber daya full day school dipilih dari guru-guru bidang studi yang profesional, berkualitas dan mempunyai integritas yang tinggi.Peningkatan kualitas tenaga kependidikan seperti tenaga kependidikan seperti tenaga ahli perpustakaan, laborat dan administrasi juga merupakan fokus garapan dalam peningkatan kualitas sekolah program full day school.Program-program yang dikembangkan juga beragam dengan melibatkan komite sekolah, pengawas, pendidikan, pengurus musyawarah guru mata pelajaran.
Pemanfaatan sarana prasarana pembelajaran dengan menggunakan Multimedia.Peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan untuk peralatan dan ruang laboratorium yaitu lab fisika, biologi, bahasa, lab.komputer, mate-matika, IPS dan lainnya yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran di se-kolah tersebut.
Kurikulum sekolah program full day school juga digarap sedemikian rupa untuk memacu keunggulan dalam aspek sains, keagamaan, bahasa berbasis informasi teknologi (IT), M uatan lokal, keterampilan-keterampilan Vocational, dan ekstra kurikuler dan pengembangan diri.
Kerjasama kelembagaan dan menggerakkan dukungan masyarakat merupakan keunggulan sekolah islam yang memang sudah menjadi khas, sebab pada dasarnya sekolah islam merupakan community based education.
Program Full day dilaksanakan melalui pendekatan Integrated Curriculum dan Integrated Activity.Sedangkan pengembangan full day school diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak.Pengembangan program ini dapat di lakukan melalui pengembangan kurikulum dan pengelolaan KBM oleh guru dan pengelola yayasan/ lembaga yang bersangkutan.
Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Dari pengembangan kurikulum ini diharapkan adanya perbaikan pengelolaan proses KBM yang akan menunjang efektifitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak akan membantu anak mengoptimalkan bakat, minat, dan potensi positifnya.
2.6 Kelebihan dan kekurangan full day school
2.6.1 Kelebihan Penerapan Full Day School
Dampak positif dari penerapan full day school antara lain dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, menangani beragam kebutuhan belajar anak yang berbeda kemampuan, memberikan efek (pengaruh dan manfaat) yang lebih besar kepada anak yang kurang mampu serta mengurangi kesenjangan prestasi. Full day school juga identik dengan pembelajaran yang memiliki jumlah pelajaran agama yang lebih banyak daripada pelajaran umum. Orangtua berharap anaknya mendapatkan pengajaran agama dan pembinaan akhlak yang baik. Hal ini wajar karena  full day school biasanya dimiliki dan dikelola oleh yayasan atau lembaga pendidikan Islam yang bernuansa Islam.
2.6.2 Kelemahan Penerapan Full Day School
Penerapan full day school memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak, secara sosial emosional kesempatan dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan rumah dan sekitarnya cenderung berkurang. Anak juga terlalu lelah karena berkurang waktu istirahatnya. Anak memang diajarkan untuk bersosialisasi, bergaul dengan teman dan gurunya di sekolah, tetapi sosialisasi di sekolah berbeda dengan lingkungan rumahnya. Bersosialisasi dan bermain dengan keluarga dan lingkungan sekitar (dengan teman sebaya, tetangga) juga penting bagi perkembangan sosial emosional anak.


pembelajaran Modern Bimbingan dan Konseling

PPT pembelajaran Modern BK bisa di download dengan klik disini
Pengertian Pembelajaran Modern
Pembelajaran modern adalah situasi atau kegiatan belajar mengajar yang disesuaikan dengan karakter anak dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi (IPTEK). Ciri – cirri pembelajaran modern meliputi :
·      Siswa aktif dalam kegiatan belajar dan guru hanya mengarahkan atau sebagai fasilitator.
·      Mendidik ,konsep mengaja rharus dirubah menjadi konsep mendidik. Guru tidak hanya memberikan perintah tapi juga member contoh dan melaksanakan langsung.
·      Siswa mendapatkan pengalaman nyata
·      Siswa sebagai subjek harus aktif , kritis , dan kreatif
·      Hasil belajar diukur dengan berbagi cara tidak hanya tes
·      Belajar dapat dilakukan dimana saja
·      Karya siswa menjadi acuan bukan hasil tes yang menjadi acuan

2.2 Pengertian Teknologi dan Informasi Komunikasi
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologiinformasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Sedangkan Karsenti dalam Siahaan (2010:7) menyatakan TIK sebagai alat atau sarana yang digunakan untuk melakukan perbaikan / penyempurnaan kegiatan


 pembelajaran sehingga para siswa menjadi lebih otonom dan kritis dalam menghadapi masalah, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan hasil kegiatan belajar siswa. Ini berarti teknologi dapat dan benar-benar membantu siswa mengembangkan semua jenis keterampilan, mulai dari tingkat yang sangat mendasar sampai dengan tingkat keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi.

2.3 Pengertian Bimbingan dan Konseling
 Pengertian pelayanan konseling itu sendiri berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Konseling secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa latin, yaitu “consilium” yang berarti dengan atau bersama  yang di rangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dengana bahasa anglo saxon istilah konseling “sellan” yang berarti menyerahkan atau menyampaikan . berikut ini adalah contoh beberapa pendapat dari para ahli :
1.      (Menurut Jones, dalam Prayitno 2007) Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana iya diberi bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu.
2. (Menurut Pepinsky dalam Shertzer dan Stone, dalam Prayitno 200) konseling adalah interaksi yang  terjadi antara 2 orang individu disebut konselor dan klien, terjadi dalam suasana yang pkofesional, dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan.
Dari beberapa pengertia di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan oleh orang yang profesional (konselor) kepada klien yang dilakukan secara berkelanjtan dan dinamis dengan tujian agar klien bisa mengembangkan dirinya secara optimal.




2.4 Hubungan Teknologi Informasi Komunikasi dengan Bimbingan dan Konseling

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan tantangan baru bagi praktisi Bimbingan dan Konseling. Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para Konselor agar dapat menguasai teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanannya yaitu:
1.      Easy to use (mudah digunakan)
2.      Easy to manage (mudah di atur)
3.      Simple (tidak rumit)
4.      Dynamic (dinamis)
 Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:
1.    Konseling melalui telepon
Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanannya yaitu:
1.  Easy to use (mudah digunakan)
2.  Easy to manage (mudah di atur)
3.  Simple (tidak rumit)
4.  Dynamic (dinamis)
2. Konseling melalui video-phone
          Lebih dengan sebutan video-phone counseling (VPC), merupakan bentuk lain dari konseling telepon namun dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang memungkinkan konselor dan klien saling mengenal dan “bertatap muka” melalui layar monitor (display). Konseling melalui video-


phone lebih memungkinkan terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan konseli, dan dapat lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.
3.  Konseling berbantuan komputer yaitu email(email therapy)
Email counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor.  Karena esensi e-counseling terletak pada menulis, respon atau bantuan yang diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan.  Konseli pun tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.
Email merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini  tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka (face to face), tetapi dapat  menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan konselor.
Kelebihan Email:
-       Pengiriman email tidak memerlukan amplop dan perangko serta pembuatannya tidak memerlukan pulpen, kertas, maupun tinta printer seperti halnya surat konvensional.
-       Proses berkirim email pun dapat dilakukan dengan cepat ke seluruh dunia sehingga dapat menghemat uang dan waktu dalam berkirim surat.
-       Pengiriman email dapat dilakukan dengan mudah setiap saat dan di mana pun kita berada. 
Kelemahan Email:
-       Memungkinkan terjadinya pemalsuan identitas. Hal ini karena kemudahan proses pembuatan alamat email dapat membuat orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan keadaan ini dengan membuat email beridentitas palsu untuk keperluan yang bersifat negatif.
-       Memungkinkan proses penyadapan informinnya.


4.  Konseling melalui internet (E- counseling)
Istilah konseling online dapat dimaknai secara sederhana yaitu proses konseling yang dilakukan dengan alat bantu jaringan sebagai penghubung antara guru BK atau Konselor dengan konseli.
Syarat-syarat konselor dalam konseling online yaitu sebagai berikut:
-       Konselor harus mempunyai wawasan yang luas
-       Konselor harus menguasai dan memahami teknologi yang digunakan sekarang ini. Maksudnya seorang konselor itu mampu menguasai teknologi yaitu konselor mengerti dan mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal dalam proses konseling tersebut.

5. Video converence
Video adalah suatu perangkat yang berfungsi sebagai penerima gambar dan suara, sedangkan converence adalah diskusi antar pengguna teknologi informasi, baik melalui teks maupun perangkat multimedia. Jadi videoconverence adalah penggunaan komputer jaringan yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan interaksi berupa gambar dan suara. Dengan kata lain konferensi atau pertemuan melalui video. Pertemuan ini dibantu oleh berbagai macam media jaringan seperti telepon ataupun media lainnya yang digunakan untuk transfer data video. Kemudian televisi dihubungkan dengan saluran tadi yang membawa data informasi video dan suara. Videoconverence memakai telekomunikasi untuk menyatukan beberapa orang di beberapa lokasi yang secara fisik terpisah untuk suatu pertemuan.

6. Cyber Counseling
Cyber counseling atau konseling maya merupakan penerapan teknologi ”jalan raya informasi” dengan memanfaatkan jasa teknologi itu seoptimal mungkin dengan tetap menjaga karakteristik konseling. Dengan demikian proses layanan bimbingan dan konseling dapat berlangsung lebih efektif dan efisian sejalan


 dengan tuntutan teknologi informasi dan komunikasi. Jalan raya informasi telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berupa sesuatu yang asing dan mahal akan tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini jasa internet dengan segala fitur-fiturnya telah sedemikian memasyarakat dan dirasakan cukup murah untuk dapat diterapkan. Hal yang harus diwaspadai adalah terkait dengan keamanan data, dampak-dampak negatif, penyediaan perlengkapan, dan sebagainya.
Dalam implementasi cyber counseling dapat dilaksanakan melalui kegiatan antara lain:
-       Marketing layanan konseling, yaitu sosialisasi layanan konseling maya kepada berbagai pihak dengan tujuan agar model konseling maya ini dapat diketahui secara meluas oleh publik. Caranya dapat melalui iklan, melalui internet, brosur, atau cara-cara lainnya.
-       Penyampaian layanan konselingyaitu kegiatan layanan proses dan penilaian konseling dengan menggunakan internet dalam berbagai lingkup layanan konseling seperti karir, pendidikan, pribadi, sosial, keluarga, dan sebagainya. Layanan konseling dapat berupa penyampaian informasi, pengumpulan data, penyelesaian berbagai masalah.
-       Penyediaan  materi ”self-help”, yaitu berupa seperangkat materi yang dapat memberikan layanan sedemikian rupa sehingga klien dapat bertindak secara mandiri dengan dipandu oleh petunjuk dalam materi ”self-help”. Dalam kegiatan ini klien tinggal mengikuti petunjuk yang telah dikembangkan dan tersedia dalam internet.
-       Supervisi dan riset, yaitu kegiatan untuk memberikan supervisi kepada konselor yang menggunakan internet untuk mengevaluasi langkah yang telah ditempuh serta pengembangan selanjutnya. Demikian pula cyber konseling dapat dilaksanakan dengan maksud mengadakan riset yang terkait dengan efektivitas kegiatan konseling dan pengembangan selanjutnya.


Seperti halnya yang telah kita ketahui bahwa model pendekatan baru cybercounceling mulai sering diminati oleh para praktisi Bimbingan dan Konseling baik disekolah atau di luar sekolah. Berdasarkan hal diatas maka TIK bagi dunia bimbingan dan konseling adalah tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program-progam pendidikan dan layanan yang ada. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Susanto (2008) bahwa “Dalam bimbingan dan konseling, teknologi informasi dan komunikasi merupakan media dalam pelaksanaan program layanan, bukan tujuan layanan, maka pemanfaatannya hanya sebagai media untuk melakukan pendekatan-pendekatan, pemberian informasi, promosi, konsultasi dan masih banyak lagi”. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi perubahan mendasar terhadap peran guru dari informasi ke tranformasi. Penerapan TIK menjadi fasilitator yang utama sebagai pemerata dunia pendidikan, dan tentunya memperkaya wawasan siswa secara lebih kompleks. 
Dalam dunia bimbingan dan konseling penggunaan media dalam pemberian layanan dirasa lebih efektif dan menarik bagi siswa sehingga ketercapaian layanan dirasakan lebih optimal karena dengan berbasis TIK berbagai tampilan layanan dapat diperoleh dan dibermanfaatkan dengan lebih baik seperti media  flashebook, artikel internet, dan masih banyak lagi. Dengan begitu baik guru pembimbing maupun siswa nantinya dapat memperoleh dan memanfaatkan segala media yang ada dalam mencapai tujuan layanan yang diinginkan.

2.5 Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bimbingan dan Konseling
Berbicara tentang penggunaan TIK sebagai media layanan dalam bimbingan dan konseling tidak jauh berbeda dengan TIK sebagai media pembelajaran pada umumnya yaitu tentang bagaimana seorang pendidik dalam memanfaatkan media TIK sebagai fasilitas dalam pengoptimalan tujuan dan program layanan yang ada. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Wahidin (2009:5) tentang


 fungsi TIK dalam pembelajaran yaitu: “agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya
Fungsi khusus Teknologi Informasi dalam bimbingan konseling diantaranya:
1.        Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data
2.        Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya
3.        Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling
4.        Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik
5.        Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
Sedangkan fungsi umum Teknologi Informasi dalam bimbingan konseling diantaranya yaitu:
1.    Publikasi: Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya
2.    Pelayanan dan bantuan: Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif, misalnya penggunaan media power point dan


 video dalam melakukan bimbingan kelompok sesuai dengan jenis masalah yang ingin diselesaikan.
3.    Pendidikan: Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya.Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.

2.6      Kelebihan TIK dalam Bimbingan dan Konseling
Beberapa kelebihan TIK dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling yaitu:
1.    Pembelajaran dari mana dan kapan saja
2.    Bertambahnya interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
3.    Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
4.    Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi
5.    Pelayanan melalui teknologi informasi mudah di akses
6.    Tidak membutuhkan biaya transportasi
7.    Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
8.    Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
9.    Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
2.7      Kelemahan TIK dalam Bimbingan dan Konseling
Selain kelebihan yang ada pasti ada kelemahan yang muncul berkaitan pemanfaatan TIK dalam layanan bimbingan dan konseling. Kelemahan itu meliputi:
1.    Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
2.    Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah
3.    Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien


4.    Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah kurang jelas
5.    Media yang digunakan kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan klien
6.    seringkali masih belum bisa menyentuh sisi afektif seseorang, atau empati
7.    Teknologi canggih hanya akan bermanfaat jika klien mengerti penggunaannya
8.    Akan menimbulkan dampak negatif jika klien tidak mengerti dampak apa saja yang akan timbul.